METRO UPDATE

METRO LATEST

Gubernur Melki Ajak Pemerintah Pusat Lebih Memerhatikan Pembangunan Jalur Pantura Flores

Redaksi : Rocky /๐Ÿ“๐Ÿ“ท Okkiboy
2 September 2026
 
Gubernur Melki Ajak Pemerintah Pusat Lebih Memerhatikan Pembangunan Jalur Pantura Flores
 Kupang - Metro Flobamora

  Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur terus berupaya memperkokoh keterhubungan antarwilayah di Pulau Flores. Ini menjadi bagian dari rencana pembangunan jangka panjang serta langkah memperkuat ketahanan daerah saat menghadapi keadaan darurat maupun bencana alam.
 

Salah satu rencana penting yang menjadi perhatian utama Gubernur Melki Laka Lena adalah perbaikan serta pengembangan Jalan Pantai Utara atau yang biasa disebut Pantura Flores.
 
Hal itu disampaikan langsung oleh Gubernur Melki Laka Lena kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam pertemuan yang membahas penanggulangan gempa bumi serta mempercepat pemulihan wilayah yang terdampak. Rapat tersebut berlangsung di Posko Penanganan Gempa Bumi Yonif TP 834/Wakanga Mere, Kabupaten Nagekeo, pada Rabu lalu, 26 Agustus 2026.
 

Dalam kesempatan itu, Gubernur Melki menjelaskan bahwa pengalaman saat menangani bencana di Flores kembali menegaskan betapa pentingnya tersedia jalan alternatif. Hal ini sangat membantu pergerakan warga, pengiriman bantuan, serta perpindahan petugas dan perlengkapan di masa krisis.
 
“Sejak peristiwa tahun 1992 hingga sekarang, jalur utara ini sangat menentukan lancarnya bantuan. Jika jalan darat tidak bisa dilalui, maka kita harus bergantung pada jalur udara maupun laut,” ujar Melki Laka Lena.
 

Gubernur Melki sangat berharap rencana pembangunan serta penyempurnaan jalan di kawasan utara Flores benar-benar menjadi perhatian utama pemerintah pusat.
 
“Izin, Pak Presiden, keinginan membuka jalur utara ini sudah menjadi cita-cita sejak masa kepemimpinan Pak Ben Mboi. Jika sisi utara dapat dibuka, maka sektor produksi, wisata, dan perekonomian di sana akan berkembang pesat. Flores pun akan maju lebih jauh lagi—marilah kita membuka jalan lintas utaranya,” tambahnya lagi.
 
Presiden Prabowo kemudian memperjelas maksud usulan tersebut. “Maksudnya bagaimana cara membukanya?” tanya Presiden Prabowo. “Melalui pembangunan jalan lintas utara, Pak Presiden,” jawab Gubernur Melki dengan tegas.
 
Merespons usulan itu, Presiden Prabowo langsung memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, untuk menindaklanjuti rencana pembangunan Jalan Lintas Utara Flores. “Siapkan rencananya, Pak Menteri PU,” perintah Presiden.
 
Menyikapi arahan tersebut, Menteri Dody Hanggodo menjelaskan bahwa gagasan membangun jalur ini sebenarnya sudah masuk ke dalam daftar perencanaan resmi. “Hal tersebut sudah kami cantumkan dalam rencana kerja,” ungkapnya.
 
Ruas jalan Pantura Flores yang akan diperbaiki dan dibangun kembali meliputi beberapa bagian penting: di Kabupaten Manggarai Barat mencakup Simpang Nggorang–Simpang Terang (32,90 km), Simpang Terang–Simpang Noa (23,40 km), serta Simpang Noa–Wontong (25,20 km).
 
Lalu di Kabupaten Manggarai ada ruas Nggalak–Kendindi sepanjang 30,30 km dan Reo–Wae Gongger sepanjang 0,60 km.
 
Sementara itu di Kabupaten Manggarai Timur, jalan yang ditangani meliputi Wae Gongger–Pota (46,30 km) dan Pota–Labuan Kelambu (35,00 km). Di wilayah Kabupaten Ngada tersedia jalur Labuan Kelambu–Riung sejauh 25,06 km serta Riung–Lengkosambi sepanjang 17,90 km.
 
Selanjutnya di Kabupaten Nagekeo, perbaikan menyasar jalur Ngolonio–Danga (18,80 km), Marapokot–Aeramo (6,66 km), serta Aeramo–Kaburea (34,50 km). Sedangkan di Kabupaten Ende tercakup jalur Kaburea–Ranakolo (37,24 km) dan Maurole–Koro sejauh 41,15 km.
 
Terakhir di Kabupaten Sikka terdapat jalan dari Koro hingga Maumere sepanjang 36,58 km serta jalur Nupangamli–Mudajebak sepanjang 25,70 km. Secara keseluruhan, ada 16 bagian jalan dengan total panjang 437,29 km yang masuk dalam daftar program ini.
 
Bagi Pemerintah Provinsi NTT, pembangunan Pantura Flores memiliki makna yang sangat dalam—bukan sekadar membangun jalan raya. Perbaikan ini diharapkan bisa menjadi jalan keluar baru bagi warga, membuka peluang petani di wilayah utara untuk lebih mudah menjual hasil buminya, serta mendukung sektor pariwisata agar wisatawan lebih mudah menjangkau berbagai tempat menarik. Selain itu, ketahanan saat menghadapi bencana pun akan semakin kuat karena bantuan lebih cepat disalurkan.
 
Peristiwa gempa yang melanda Flores pada pertengahan Agustus 2026 menjadi momen penting untuk menyadari betapa pentingnya menyusun sistem keterhubungan wilayah yang lebih lengkap. Saat keadaan menjadi darurat, kelancaran jalan menjadi kunci utama agar pertolongan cepat sampai ke tangan warga yang membutuhkan.
 
Apabila jalan darat rusak atau belum memadai, pengiriman barang dan pergerakan tim penyelamat terpaksa harus lewat udara maupun laut. Padahal kedua cara tersebut terbatas kemampuannya, terlebih lagi di daerah yang medan geografisnya cukup sulit dijangkau.
 
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi NTT menganggap adanya jalan alternatif yang layak sebagai pondasi utama supaya sistem jaringan transportasi dan kekuatan wilayah tetap terjaga dengan baik.
 
Jalur Pantura Flores dirancang untuk melengkapi jaringan jalan yang sudah ada sekarang—bukan menggantikan jalan utama, melainkan memperkaya pilihan perjalanan agar orang dan barang bisa bergerak lebih lancar dan efisien.
 
Selain berguna saat bencana, pembangunan jalan ini berpotensi besar membuka akses ke daerah-daerah yang selama ini terisolasi atau kurang terlayani dengan baik.
 
Jalur tersebut akan menghubungkan pusat-pusat penting di sepanjang Pulau Flores: mulai dari Labuan Bajo di sebelah barat hingga ke ujung timur pulau ini. Kawasan pertanian, perikanan, dan tempat wisata yang menjanjikan pun akan lebih mudah dikembangkan dan terhubung satu sama lain.
 
Kondisi jalan yang lebih baik pasti akan mempercepat arus barang dagangan—mulai dari hasil panen warga hingga produk laut bisa sampai ke pasar dengan waktu yang lebih singkat dan biaya terjangkau.
 
Sementara itu, tempat wisata yang dulunya sulit dicapai akan menjadi lebih mudah dikunjungi dan berkembang maju. Hal ini membuat kunjungan wisata tidak lagi terpusat di Labuan Bajo saja, melainkan menyebar merata ke seluruh pelosok Flores.
 
Bagi Gubernur Melki, kemajuan Flores tidak boleh hanya bergantung pada satu jalur pertumbuhan saja. Segala potensi yang tersebar di berbagai kabupaten harus disatukan melalui prasarana yang layak agar kemakmuran dan hasil pembangunan bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
 
Usulan pembangunan jalur ini juga menjadi bagian dari cita-cita besar Pemerintah Provinsi NTT demi membuka peluang ekonomi baru sekaligus merapatkan hubungan antarwilayah di dalamnya.
 
Gagasan membuka jalan di utara Flores ini sebenarnya bukan hal yang baru. Menurut pengakuan Gubernur Melki, hal itu sudah menjadi keinginan kuat sejak masa kepemimpinan Gubernur Ben Mboi. Kini di tengah upaya pemulihan setelah terjadinya gempa bumi, impian tersebut terasa semakin mendesak dan relevan untuk diwujudkan.
 
Pemerintah Provinsi NTT berpandangan bahwa pemulihan pascabencana bukan sekadar memperbaiki apa yang rusak. Ini adalah peluang emas untuk menentukan kebutuhan jangka panjang daerah agar masuk dalam rencana pembangunan nasional.
 
Bencana memberikan pelajaran berharga mengenai betapa pentingnya persiapan dan kekokohan suatu wilayah. Salah satu hal terpenting adalah tersedianya jaringan jalan yang memiliki jalur cadangan dan mampu beroperasi dalam segala situasi dan kondisi.
 
Maka dari itu, harapan yang disampaikan Gubernur Melki kepada Presiden Prabowo merupakan bukti nyata perjuangan Pemerintah Provinsi agar kepentingan masyarakat Flores mendapatkan tempat yang layak di peta pembangunan negara.
 
Pemerintah Provinsi NTT sangat berharap perhatian serta dukungan dari pusat dapat mempercepat terwujudnya prasarana yang strategis di Nusa Tenggara Timur, khususnya di Pulau Flores tercinta.
 
Bagi warga dan pemerintah daerah, Pantura Flores bukan sekadar jalan biasa—melainkan gerbang keterbukaan, jalan menuju ekonomi yang makmur, sarana pemerataan kesejahteraan, serta pondasi agar masa depan Flores menjadi wilayah yang utuh terhubung dan tangguh menghadapi apa saja.
 
Melalui pertemuan tatap muka dengan Presiden Prabowo Subianto saat sedang menangani dampak gempa Flores, Gubernur Melki Laka Lena kembali menaruh harapan besar agar proyek mulia pembangunan ini menjadi perhatian di tingkat nasional.
#TerusMajuBangunNTT
#CahayaIndonesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

 ๐–๐š๐ฅ๐ข ๐Š๐จ๐ญ๐š ๐Š๐ฎ๐ฉ๐š๐ง๐  ๐‡๐š๐๐ข๐ซ ๐Œ๐ž๐ฌ๐ค๐ข ๐๐ž๐ฅ๐ฎ๐ฆ ๐๐ฎ๐ฅ๐ข๐ก, ๐ƒ๐ฎ๐ค๐ฎ๐ง๐  ๐๐ž๐ง๐ฎ๐ก ๐€๐๐ข๐ซ๐š ๐…๐ข๐ง๐š๐ง๐œ๐ž ๐Š๐ฎ๐ฉ๐š๐ง๐  ๐–๐ฎ๐ฃ๐ฎ๐๐ค๐š๐ง ๐Œ๐ข๐ฆ๐ฉ๐ข ๐Œ๐š๐ฌ๐ฒ๐š๐ซ๐š๐ค๐š๐ญ

GUBERNUR MELKI LAKA LENA TEGASKAN SENIN 20 JULI TETAP BERAKTIVITAS NORMAL — SURAT EDARAN LIBUR NONTON FINAL PIALA DUNIA DIPASTIKAN HOAKS

๐˜ˆ๐˜ฅ๐˜ณ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜‰๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜’๐˜ข๐˜ญ๐˜ข, ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜’๐˜ฆ๐˜ต๐˜ถ๐˜ข ๐˜‹๐˜—๐˜‹ ๐˜—๐˜ˆ๐˜—๐˜—๐˜™๐˜ ๐˜•๐˜›๐˜›, ๐˜‹๐˜ช๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ค๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜“๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ž๐˜ข๐˜ณ๐˜จ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ด ๐˜“๐˜ถ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ˆ๐˜ช๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ข