METRO UPDATE

METRO LATEST

✧ 𝕂𝕦𝕟𝕛𝕦𝕟𝕘𝕚 𝕊𝕖𝕜𝕠𝕝𝕒𝕙 𝕋𝕖𝕣𝕕𝕒𝕞𝕡𝕒𝕜 𝔾𝕖𝕞𝕡𝕒 𝕕𝕚 𝔹𝕠𝕣𝕠𝕟𝕘, 𝔾𝕦𝕓𝕖𝕣𝕟𝕦𝕣 𝕄𝕖𝕝𝕜𝕚: 𝕁𝕒𝕟𝕘𝕒𝕟 𝕄𝕖𝕟𝕪𝕖𝕣𝕒𝕙, 𝕄𝕒𝕤𝕒 𝔻𝕖𝕡𝕒𝕟 ℕ𝕋𝕋 𝔸𝕕𝕒 𝕕𝕚 𝕋𝕒𝕟𝕘𝕒𝕟 𝕂𝕒𝕝𝕚𝕒𝕟 ✧

Redaksi 📝 Okkiboy Metro Flobamora


 𝕂𝕦𝕟𝕛𝕦𝕟𝕘𝕚 𝕊𝕖𝕜𝕠𝕝𝕒𝕙 𝕋𝕖𝕣𝕕𝕒𝕞𝕡𝕒𝕜 𝔾𝕖𝕞𝕡𝕒 𝕕𝕚 𝔹𝕠𝕣𝕠𝕟𝕘, 𝔾𝕦𝕓𝕖𝕣𝕟𝕦𝕣 𝕄𝕖𝕝𝕜𝕚: 𝕁𝕒𝕟𝕘𝕒𝕟 𝕄𝕖𝕟𝕪𝕖𝕣𝕒𝕙, 𝕄𝕒𝕤𝕒 𝔻𝕖𝕡𝕒𝕟 ℕ𝕋𝕋 𝔸𝕕𝕒 𝕕𝕚 𝕋𝕒𝕟𝕘𝕒𝕟 𝕂𝕒𝕝𝕚𝕒𝕟 Gubernur Melki Laka Lena menegaskan janji tegas Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk menjamin perhatian serta dukungan pendidikan yang merata bagi semua lembaga, baik milik negara maupun yang dikelola swasta. Pernyataan ini disampaikan saat ia berkunjung ke Yayasan Nurul Jihad Borong dan Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Al-Hidayah Borong yang berada di wilayah Kabupaten Manggarai Timur, tepat pada hari Kamis tanggal 10 September 2026.
 

Kedatangan beliau merupakan bagian dari rangkaian perjalanan kerja di wilayah Flores, guna memastikan segala dampak yang ditimbulkan gempa sudah tertangani dengan baik—termasuk kelancaran proses belajar mengajar para peserta didik.
 
Salah satu sekolah yang terkena dampak cukup besar adalah MAS Al-Hidayah Borong. Berdasarkan hasil pengecekan awal yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, bangunan lantai dua masuk golongan kerusakan berat, lantai satu mengalami kerusakan tingkat sedang, sedangkan rumah dinas guru juga rusak parah. Hanya tersisa dua ruangan yang kondisinya masih aman dan layak dipakai.
 
Gubernur menyampaikan bahwa pemerintah akan segera mendorong penyelesaian masalah ini bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur. “Nanti kita lihat cara pelaksanaannya, namun semua data yang sudah masuk akan segera diproses. Pembangunan dan perbaikannya pasti dilaksanakan, dan hal ini akan kita bahas bersama Bupati setempat,” ujarnya.
 
Beliau kembali menegaskan bahwa perhatian negara terhadap dunia pendidikan tidak memandang asal-usul sekolah maupun latar belakang warganya.
 
“Pemerintah hadir untuk seluruh masyarakat. Kepedulian kita harus dibagikan sama rata, baik bagi sekolah negeri maupun swasta, tanpa ada perbedaan apa pun.”
 
Sebagai solusi sementara, Gubernur menyerahkan bantuan berupa tenda-tenda darurat yang akan dikelola lewat lembaga Human Initiative dengan dukungan penuh dari pihak Freeport Indonesia. Tenda-tenda ini nantinya dapat dipakai sebagai ruang belajar sementara sambil menunggu gedung sekolah diperbaiki dan dibangun kembali secara utuh.
 
Yohanes Abrianto Kore, Pejabat Pelaksana Tugas Kepala Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah NTT yang mewakili penyerahan bantuan tersebut, menjelaskan bahwa bantuan ini lahir dari kerja sama yang disusun antara pemerintah daerah dan Freeport Indonesia.
 
“Kita berharap hubungan baik ini terus berjalan, sehingga makin banyak kebutuhan warga yang terkena bencana bisa kita bantu penuhi,” tambahnya.
 
✧ 𝕊𝕚𝕤𝕨𝕒 𝕋𝕖𝕣𝕕𝕒𝕞𝕡𝕒𝕜 𝕋𝕖𝕥𝕒𝕡 𝔹𝕖𝕣𝕤𝕖𝕜𝕠𝕝𝕒𝕙 ✧
 
Gubernur Melki juga memberikan perhatian khusus kepada para anak-anak yang rumahnya rusak akibat gempa, terutama bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal secara parah.
 
Beliau berjanji akan berusaha sekuat tenaga mencari sumber dana pendidikan bagi para siswa yang terdampak, baik yang bersumber dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah setempat.
 
“Yang paling penting kalian tetap semangat belajar. Kalau ada yang rumahnya rusak berat dan butuh bantuan supaya tetap bisa sekolah, pasti akan kita cari jalan keluarnya—bisa lewat bantuan pusat maupun daerah. Jangan sampai kejadian ini membuat kalian berhenti menuntut ilmu.”
 
Di hadapan para siswa, beliau kemudian mengobrol dengan santai dan akrab. Beliau bertanya apa cita-cita mereka, serta apa yang ingin mereka capai setelah lulus nanti.
 
Jawaban yang muncul beragam sekali. Ada yang bercita-cita menjadi pelaku usaha di bidang kelautan, ahli ekonomi, dokter, hingga menjadi prajurit negara.
 
Suasana obrolan terasa hangat dan penuh tawa. Berkali-kali Gubernur memotivasi mereka agar berani bermimpi besar serta mulai mempersiapkan diri sejak dini.
 
“Belajarlah dengan tekun. Setelah masa tanggap darurat selesai, kita akan masuk ke tahap pemulihan dan pembangunan kembali. Kalian harus tetap bersekolah dan bersiap menyongsong masa depan yang cerah,” pesan beliau.
 
Salah satu siswa bernama Anan menceritakan bahwa rumahnya hanya mengalami kerusakan ringan, namun banyak teman sekelasnya yang harus menanggung kerusakan jauh lebih berat pada tempat tinggal mereka.
 
“Kami sudah kembali ke sekolah sejak hari Senin lalu, namun pelajaran belum berjalan sepenuhnya. Kami pulang lebih awal sekitar jam dua belas siang. Semua kegiatan belajar saat ini dilakukan di bawah tenda darurat,” jelasnya.
 
Gubernur Melki juga menanyakan kepada para siswa bagaimana pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di sekolah mereka. Para siswa menjawab dengan gembira karena setiap hari mereka bisa menikmati makanan bergizi dengan menu yang selalu berubah-ubah dan lezat.
 
Meskipun sementara waktu penyaluran program ini sempat terhenti akibat keadaan darurat, salah satu siswa mengaku sangat bersyukur karena program tersebut sudah sangat membantu kehidupan mereka selama ini.
 
“Setiap hari kami bisa mendapatkannya, Pak. Kami sangat senang karena bisa makan bergizi tanpa biaya. Menunya enak dan bermacam-macam. Kami sungguh bersyukur bisa merasakan manfaatnya selama ini,” ucap siswa tersebut.
 
Pada kesempatan itu, Gubernur Melki bercanda dengan akrab bersama para siswa dan guru. Salah satu guru bahkan ikut menyanyikan lagu bertema Program Makan Bergizi Gratis untuk menghibur anak-anak. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya penyembuhan luka batin bagi warga sekolah yang masih sering merasa cemas akibat gempa susulan yang kerap terjadi hingga kini di wilayah Flores.
 
Sementara itu, Kepala Sekolah MAS Al-Hidayah Borong, Bapak Mas’ut, menyampaikan rasa gembira sekaligus terharu atas kedatangan Gubernur. Sekolah ini saat ini menampung sebanyak 72 orang siswa.
 
“Kami sungguh merasa senang dan terharu. Jujur saja, kami juga sudah mengajukan permohonan agar status sekolah ini resmi diakui dan ditetapkan,” ungkap beliau.
 
Mendengar hal itu, Gubernur Melki berjanji akan membantu memperlancar proses pengajuan tersebut. “Saya akan bantu urus kelanjutannya.”
 
✧ 𝔻𝕒𝕣𝕚 𝔹𝕠𝕣𝕠𝕟𝕘, ℙ𝕖𝕤𝕒𝕟 𝕁𝕒𝕟𝕘𝕒𝕟 𝕄𝕖𝕟𝕪𝕖𝕣𝕒𝕙 𝕦𝕟𝕥𝕦𝕜 𝔾𝕖𝕟𝕖𝕣𝕒𝕤𝕚 𝔽𝕝𝕠𝕣𝕖𝕤 ✧
 
Setelah meninggalkan MAS Al-Hidayah Borong, Gubernur berangkat menuju SMAS Katolik Pancasila Borong. Di sana beliau disambut langsung oleh Bupati Manggarai Timur Andreas Agas beserta jajaran pejabat daerah, serta Kepala Sekolah SMAS Katolik Pancasila Borong, Romo Pankrasius Wahyu Nudan.
 
Di hadapan para siswa dan para pemimpin sekolah, Gubernur kembali menegaskan bahwa dukungan terhadap pendidikan serta kesejahteraan anak-anak Flores tidak boleh berhenti, meskipun wilayah ini sedang dilanda musibah besar.
 
Beliau mengumumkan bahwa perlengkapan sekolah akan segera dibagikan kepada seluruh siswa yang terkena dampak bencana di Kabupaten Manggarai Timur.
 
Bantuan tersebut antara lain berupa 2.000 set perlengkapan belajar dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta tambahan 1.400 set lagi yang disiapkan langsung oleh Pemerintah Provinsi NTT.
 
“Bantuan ini memang belum bisa menggantikan segala sesuatu yang hilang. Namun kita berharap pemberian ini dapat meringankan beban orang tua sekaligus menjadi penyemangat bagi kalian untuk terus belajar.”
 
Kemudian beliau menyampaikan pesan utama yang menjadi inti seluruh kunjungannya. “Jangan pernah menyerah! Masa depan NTT, masa depan Indonesia, serta masa depan Flores dan Manggarai sepenuhnya ada di tangan kalian sendiri.”
 
Menurut pandangannya, masa-masa sulit akibat bencana justru harus menjadi pendorong semangat bagi generasi muda untuk berusaha lebih keras dan mempersiapkan diri dengan lebih matang.
 
“Kita tidak punya alasan untuk menyerah. Kita harus makin fokus belajar. Persiapkan diri kalian sebaik mungkin, termasuk menghadapi ujian masuk perguruan tinggi. Jadikan kesulitan ini sebagai alasan untuk belajar lebih tekun dan menjadi orang-orang yang jauh lebih hebat,” tegasnya.
 
Gubernur juga mengingatkan agar para siswa tetap melanjutkan pendidikan dengan selalu memperhatikan keselamatan diri. “Teruslah bersekolah, jangan berhenti bermimpi. Buatlah cita-cita setinggi langit, lalu berjuanglah untuk mengeluarkan segala kemampuan terbaik yang kalian miliki—bahkan di tengah keadaan yang sulit sekalipun.”
 
✧ 𝕄𝕚𝕞𝕡𝕚 ℙ𝕒𝕣𝕒 𝕊𝕚𝕤𝕨𝕒 ✧
 
Saat kembali berbincang santai dengan para siswa, Gubernur Melki mendengarkan kembali cita-cita yang mereka impikan.
 
Rama, siswa dari SMAN 3 Borong, ingin sekali menjadi prajurit TNI. Gubernur berpesan agar mimpi itu diwujudkan lewat kedisiplinan yang tinggi, menjaga kesehatan tubuh, serta meraih prestasi belajar yang baik.
 
Sementara itu Viola, siswi SMAS Katolik Pancasila Borong, bercita-cita melanjutkan studi ke bidang kedokteran. Gubernur memberikan tantangan sekaligus dukungan penuh.
 
“Kalau nanti kamu lulus dan masuk sepuluh besar peringkat penerimaan perguruan tinggi negeri, saya siap bantu mencarikan beasiswa untukmu,” ujar beliau.
 
Ada juga siswa bernama Akmil yang sudah mulai bersiap diri untuk mengikuti ujian masuk Akademi Militer. Reno ingin kelak melanjutkan kuliah di bidang hukum.
 
Aura berminat mendalami ilmu teknik kendaraan bermotor dan bercita-cita menjadi anggota Kowad. Ia mengaku sudah mulai berlatih dan mempersiapkan diri dibimbing oleh keluarganya sendiri.
 
Sementara Vanessa, siswi SMAS Katolik Pancasila Borong, bermimpi menjadi seorang guru seni musik. Di hadapan Gubernur dan semua yang hadir, Vanessa menyanyikan sebuah lagu yang membuat suasana menjadi sangat hangat di tengah perjalanan kerja tersebut.
 
Gubernur menegaskan bahwa pemerintah akan terus membuka peluang seluas-luasnya bagi anak-anak NTT untuk mengembangkan bakat dan kemampuan mereka—mulai dari kesempatan melanjutkan pendidikan ke luar daerah, masuk sekolah kedinasan, hingga menuntut ilmu ke luar negeri.
 
“Kami akan bantu kalian bersiap untuk melanjutkan sekolah ke luar negeri maupun masuk sekolah kedinasan. Yang terpenting adalah kalian punya kemauan kuat, hidup disiplin, belajar dengan sungguh-sungguh, dan jangan pernah menyerah.”
 
Seluruh rangkaian kunjungan ditutup dengan penyerahan simbolis bantuan perlengkapan sekolah, yang nantinya akan dibagikan kepada para siswa serta sekolah-sekolah yang membutuhkan di wilayah Kabupaten Manggarai Timur.
 
Bagi Pemerintah Provinsi NTT, bantuan ini bukan sekadar alat tulis atau perlengkapan belajar biasa. Di tengah masa pemulihan pasca gempa, bantuan ini menjadi pesan bahwa pendidikan wajib terus berjalan, dan mimpi-mimpi besar anak-anak NTT tidak boleh ikut runtuh bersama bangunan yang rusak terkena bencana. ( Redaksi Rocky )
 
#AyoBangunNTT
#IndonesiaTerang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

 𝐖𝐚𝐥𝐢 𝐊𝐨𝐭𝐚 𝐊𝐮𝐩𝐚𝐧𝐠 𝐇𝐚𝐝𝐢𝐫 𝐌𝐞𝐬𝐤𝐢 𝐁𝐞𝐥𝐮𝐦 𝐏𝐮𝐥𝐢𝐡, 𝐃𝐮𝐤𝐮𝐧𝐠 𝐏𝐞𝐧𝐮𝐡 𝐀𝐝𝐢𝐫𝐚 𝐅𝐢𝐧𝐚𝐧𝐜𝐞 𝐊𝐮𝐩𝐚𝐧𝐠 𝐖𝐮𝐣𝐮𝐝𝐤𝐚𝐧 𝐌𝐢𝐦𝐩𝐢 𝐌𝐚𝐬𝐲𝐚𝐫𝐚𝐤𝐚𝐭

GUBERNUR MELKI LAKA LENA TEGASKAN SENIN 20 JULI TETAP BERAKTIVITAS NORMAL — SURAT EDARAN LIBUR NONTON FINAL PIALA DUNIA DIPASTIKAN HOAKS

𝘈𝘥𝘳𝘪𝘢𝘯𝘢 𝘉𝘶𝘯𝘯𝘢 𝘒𝘢𝘭𝘢, 𝘚𝘦𝘯𝘪𝘮𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘒𝘦𝘵𝘶𝘢 𝘋𝘗𝘋 𝘗𝘈𝘗𝘗𝘙𝘐 𝘕𝘛𝘛, 𝘋𝘪𝘱𝘦𝘳𝘤𝘢𝘺𝘢 𝘓𝘢𝘺𝘢𝘯𝘪 𝘞𝘢𝘳𝘨𝘢 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘚𝘦𝘬𝘳𝘦𝘵𝘢𝘳𝘪𝘴 𝘓𝘶𝘳𝘢𝘩 𝘈𝘪𝘳𝘯𝘰𝘯𝘢