✨ WAGUB JOHNI ASADOMA PIMPIN SEJARAH PERDAMAIAN ABADI DI PUSAT JANTUNG FLORES ✨
📷 Okkiboy Agustus 2026 Adonara, Flores Timur – Metro Flobamora
Wagub NTT Pimpin Peneguhan Perdamaian Agung dan Ritual Luhur 'Lepan Dopi Ledan Gala' antara Desa Waiburak dan Narasaosina di Adonara
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johni Asadoma secara langsung memimpin puncak peristiwa bersejarah: Rekonsiliasi Damai serta pelaksanaan Ritual Adat Lepan Dopi Ledan Gala antara Dusun Lewonara (Desa Narasaosina) dan Dusun Bele (Desa Waiburak) di Adonara, Kabupaten Flores Timur, Senin (10/8/2026). Ini adalah bukti nyata kekuatan budaya dan persaudaraan yang bangkit kembali.
Hadir mendampingi Wagub adalah Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal, Bupati Flores Timur Ir. Antonius Doni Dihen, Wakil Bupati Ignasius Boli, Kapolres Larantuka AKBP Gede Putra Yase, Dandim 1624 Letkol Inf. Erly Merlian, serta Kepala Kanwil HAM Oce Yuliana N. Boymau. Kehadiran jajaran pimpinan lintas sektor ini adalah pernyataan tegas: kesatuan dan keamanan Adonara adalah prioritas mutlak kita semua.
Perdamaian ini menjadi jawaban mulia atas sengketa agraria yang sempat melukai persaudaraan pada 18 Juli lalu—peristiwa kelam yang merenggut 3 nyawa, menghanguskan 68 rumah, dan merusak harta benda. Hari ini, kesedihan itu kita ubah menjadi batu loncatan kebangkitan.
Kemenangan damai ini lahir dari kesungguhan tak kenal lelah: dialog mendalam, penyusunan janji bersama, hingga penetapan Jeda Sakral yang difasilitasi pemerintah daerah, provinsi, TNI-Polri, serta disepakati bulat oleh para tetua adat, tokoh masyarakat, dan pemuda pada 5 Agustus silam. Semangat persatuan tak pernah padam di tanah ini.
Puncak acara ditandai pembacaan komitmen damai resmi, penandatanganan berita acara kesepakatan, diperkokoh dengan Sumpah Adat dan Ritual Bau Lolon para tetua adat Lewonara dan Bele—sebagai ikrar sakral di hadapan Tuhan dan Alam Semesta bahwa persaudaraan tak akan tergoyahkan lagi.
Dalam arahannya yang penuh kebanggaan, Wagub Johni Asadoma memuji kebesaran jiwa seluruh elemen yang memilih jalan bijak dan beradab, alih-alih terjebak dendam yang mematikan.
“Konflik sesungguhnya adalah ujian, bukan akhir cerita. Pelajaran terbesarnya: kita tak boleh mengulangi kesalahan yang sama,” tegasnya dengan mantap.
“Peristiwa ini sungguh menyayat hati. Namun kita sadar sepenuhnya: tak ada pihak yang menang dalam perselisihan—yang direnggut pertama kali adalah persaudaraan kita. Lewat Lepan Dopi Ledan Gala, kita secara resmi meletakkan perisai dan tombak. Kita bersaudara dari akar yang sama, satu rahim yang tak terpisahkan!” tandas Wagub dengan penuh semangat.
Ia juga menegaskan: kemajuan sejati tak akan pernah tumbuh di tengah perpecahan. Infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga potensi wisata yang kita bangun bersama hanya akan berbuah manis manakala kita hidup rukun dan aman.
Bupati Flores Timur Ir. Antonius Doni Dihen turut menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas kedewasaan dan kebersamaan seluruh pihak yang mewujudkan perdamaian ini.
“Atas nama pemerintah daerah, kami berbangga dan berterima kasih sebesar-besarnya pada para tetua dan seluruh masyarakat atas keputusan agung yang lahir hari ini,” ucapnya penuh haru dan kebanggaan.
Bagi Bupati Antonius, momen ini adalah tonggak emas bagi seluruh warga Adonara. “Hari ini mencatat sejarah kebangkitan kita—bukan sekadar berdamai, melainkan kembali sebagai satu keluarga yang utuh!” tegasnya.
Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal mengingatkan agar warisan leluhur justru menjadi pengikat persatuan, bukan sebaliknya. “Tanah adalah titipan suci yang dijaga bersama. Batas boleh dibicarakan, hak boleh disepakati—tetapi nyawa saudara yang hilang tak akan pernah kembali. Jangan sampai titipan ini memakan korban lagi!”
Polda NTT menjamin dukungan penuh lewat pendekatan hukum, sekaligus menghormati nilai adat, agama, dan kemanusiaan demi penyelesaian tuntas dan berkelanjutan.
Selanjutnya digelar ritual adat yang sarat makna luhur untuk memohon restu Tuhan dan penghormatan kepada leluhur. Lewat cawan-cawan adat yang diangkat tinggi, terucap doa syukur ikhlas atas pulihnya tali persaudaraan yang sempat renggang.
Cawan adat itu adalah sumpah hidup: tak satu pun boleh melanggar janji yang telah diucapkan di hadapan Yang Maha Kuasa dan bumi pertiwi.
Lewat penyatuan hati murni ini, seluruh masyarakat diajak merajut kembali ikatan persaudaraan sejati, memutus rantai dendam turun-temurun, dan mewujudkan Adonara sebagai tanah kelahiran yang makmur, damai, dan penuh keharmonisan abadi.
Turut hadir pula Kepala Kesbangpol NTT Noldy Hosea Pellokila, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Mahadin Sibarani, serta Kepala Dinas PUPR Benny Nahak.
#humasNTT
#AyoBangunNTT
#IndonesiaTerang
Komentar
Posting Komentar