PANEN PERDANA MELON DAN SAYURAN TANDAI KEBERHASILAN PROGRAM TJSL PLN UIW NTT DUKUNG PRODUKTIVITAS WARGA NAIONI
๐ท Okkiboy 24 Agustus 2026
KUPANG – Metro Flobamora
PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur atau UIW NTT telah membuktikan kesuksesan pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tahun 2025. Hal ini ditandai dengan terselenggaranya panen pertama buah melon dan beragam sayuran di wilayah Kelurahan Naioni, Kecamatan Alak, Kota Kupang, tepatnya pada hari Senin tanggal 24 Agustus.
Foto bersama Senior Manager Keuangan Komunikasi dan Umum, Taufiq Dwi Nur Cahyo (tengah) dengan Tim Komunikasi dan TJSL PLN UIW NTT dengan Lurah Naioni dan salah seorang tokoh masyarakat di kebun melon warga.
Program yang dijalankan ini tidak sekadar memberikan kemudahan akses air bersih bagi penduduk setempat, melainkan juga membuka jalan bagi perkembangan sektor pertanian yang menguntungkan dengan berlandaskan pada pemberdayaan kekuatan masyarakat sendiri.
Dukungan berupa sarana fisik yang disiapkan oleh PLN UIW NTT meliputi perbaikan kondisi sumur lama, pemasangan pompa celup berkualitas, serta penyediaan sistem tenaga listrik dengan kapasitas daya sebesar 2.200 Volt Ampere. Guna menyalurkan air dengan baik, dibangun pula saluran pipa sepanjang 3.000 meter, waduk utama berkapasitas 8.300 liter, sambungan pipa langsung ke rumah warga untuk keperluan air minum, sampai dengan waduk khusus yang berfungsi menyuplai air irigasi pertanian.
Taufiq Dwi Nur Cahyo, Senior Manager Keuangan Komunikasi dan Umum PLN UIW NTT, saat melakukan panen perdana Melon program TJSL PLN di Kelurahan Naioni Kota Kupang.
Selain bantuan bangunan dan peralatan tersebut, masyarakat juga dibimbing secara berkelanjutan melalui pembentukan dua lokasi kebun melon dan satu kebun sayur yang dikelola bersama. Selain itu, warga juga menerima pembagian bibit tanaman pilihan serta mengikuti pelatihan lengkap mengenai cara bertani secara alami dan ramah lingkungan.
Pimpinan Bidang Keuangan, Komunikasi, dan Administrasi Umum PLN UIW NTT, Taufiq Dwi Nur Cahyo, menegaskan bahwa keberlanjutan serta tujuan jangka panjang menjadi hal yang paling utama dalam pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat ini.
Taufiq Dwi Nur Cahyo, Senior Manager Keuangan Komunikasi dan Umum PLN UIW NTT, saat melakukan panen perdana Melon program TJSL PLN di Kelurahan Naioni Kota Kupang.
“Kami menginginkan semua pihak jangan merasa puas hanya saat pembangunan bangunan fisik selesai dilakukan. Program ini harus terus dikembangkan lebih lanjut, baik dengan memperluas lahan pertanian yang tersedia maupun mengembangkan pengolahan hasil panen menjadi produk yang lebih bernilai. Buah melon yang dipanen jangan hanya dijual dalam bentuk segar, namun dapat diubah menjadi produk olahan seperti keripik atau beragam jenis makanan lain yang lebih menarik,” ungkap Taufiq.
Taufiq juga menambahkan bahwa penerapan pola ekonomi berkelanjutan serta pengembangan produk turunan pertanian ini sangat berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat secara nyata sekaligus membuka peluang pekerjaan baru bagi warga. Agar seluruh fasilitas yang dibangun tetap terjaga dengan baik dan berfungsi lama, PLN juga membantu pembentukan Komite Pengelola Air yang anggotanya diambil langsung dari masyarakat setempat.
Kepala Kelurahan Naioni, Oktovianus Nifu, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam karena merasakan dampak positif yang nyata dari usaha yang telah dijalankan oleh PLN UIW NTT. Ia pun berharap lingkup pelaksanaan program ini dapat diperluas hingga mencakup wilayah-wilayah sekitarnya.
“Manfaat yang diberikan dari program ini sangat terasa bagi kami masyarakat. Kami sangat berharap kepada pimpinan dan tim PLN UIW NTT agar jangkauan pelayanannya dapat diperluas, sehingga tidak hanya berhenti di wilayah RT 19 saja, melainkan bisa menjangkau seluruh 22 RT dan 10 RW yang ada di Kelurahan Naioni agar kebaikan ini bisa dirasakan secara adil dan merata oleh semua,” ujar Oktovianus.
Pendapat yang sama juga disampaikan oleh Ketua RT 19 yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Komite Air, Dominggus Anin. Ia mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaan yang luar biasa atas keberhasilan panen pertama tersebut.
“Dulu kami hanya bisa melihat buah melon tersedia di pasar tanpa pernah terbayangkan bahwa suatu hari kami bisa menanamnya sendiri di tanah ini. Melalui program yang bernama PLN Peduli ini, untuk pertama kalinya kami berhasil menanam, memetik hasilnya, serta menikmati buah melon yang tumbuh dari tanah kami sendiri tanpa perlu membelinya lagi. Hal ini membawa pengaruh yang sangat baik, baik untuk kebutuhan makan sehari-hari keluarga maupun untuk menambah penghasilan perekonomian lingkungan kami,” tutur Dominggus.
Melalui penggabungan pelayanan listrik serta sarana penyediaan air yang menunjang pertanian produktif yang disebut dengan konsep “elektrifikasi pertanian”, PLN UIW NTT bertekad terus berupaya mendorong kemajuan ekonomi masyarakat yang tahan lama serta membangun lingkungan yang kuat agar warga mampu berdiri sendiri dan berkembang bersama-sama.
Redaksi ๐ Rocky.
Komentar
Posting Komentar