JANGKAU WILAYAH TERPENCIL, WARGA GOLO LIJUN BERIKAN APRESIASI TERHADAP KEBIJAKAN KEMANUSIAAN GUBERNUR EMANUEL MELKIADES LAKA LENA
📷 Okkiboy 25 Agustus 2026 Manggarai Timur - Metro Flobamora 25 Agustus 2026
Kebijakan kemanusiaan yang digagas Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengenai penyediaan makanan, air minum, tenda, serta selimut tepat saat bencana terjadi sebelum bantuan resmi tiba, kini terasa manfaatnya oleh penduduk di daerah terdampak gempa Flores yang sulit dijangkau pusat pelayanan. Di Desa Golo Lijun, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, langkah ini menjadi solusi penting agar warga tetap terpenuhi kebutuhan hidupnya di masa tanggap darurat berlangsung.
Keunggulan kebijakan tersebut makin terlihat jelas karena letak Desa Golo Lijun cukup terpencil dan jauh dari pusat pelayanan maupun posko bencana. Jarak menuju kota Borong sekitar 118 kilometer dengan perjalanan kurang lebih 4 jam 30 menit. Sementara itu, jarak ke kota Ruteng mencapai 138 kilometer dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 4 jam. Bahkan untuk mencapai Posko Tanggap Darurat di Kecamatan Elar saja harus menempuh jarak 83,1 kilometer dengan perjalanan sekitar 3 jam 30 menit.
Kondisi medan dan jarak yang jauh ini membuat pendistribusian bantuan ke Desa Golo Lijun memakan waktu lama serta memiliki tantangan tersendiri. Berkat aturan yang menjamin tersedianya kebutuhan pangan dan perlengkapan dasar di hari terjadinya musibah, warga tidak perlu lagi menunggu kiriman dari jauh, melainkan bisa langsung memperoleh barang yang diperlukan dari warung maupun toko yang ada di sekitar tempat tinggal mereka.
Pedoman ini merupakan pelaksanaan nyata dari Surat Edaran Gubernur NTT Nomor BU.300.2.1/04/BPBD/2026 yang mengatur pemenuhan kebutuhan pangan, minuman, tempat berteduh, dan perlengkapan penghangat sejak hari kejadian bencana sebelum adanya bantuan yang dikirim dari pusat.
Berdasarkan ketentuan tersebut, warga yang terkena dampak dan belum menerima bantuan resmi diperbolehkan mengambil barang-barang penting di tempat usaha terdekat. Biaya atas barang yang diambil tersebut nantinya akan diselesaikan pembayarannya oleh pemerintah melalui tata cara dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Bagi seluruh warga Desa Golo Lijun, kebijakan ini bukan sekadar mempermudah mendapatkan barang kebutuhan sehari‑hari, namun menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah kesulitan—terutama bagi mereka yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan maupun lokasi pengumpulan bantuan.
Salah satu warga setempat bernama Maria Leoni Dindung menyampaikan rasa syukurnya kepada Gubernur Melki Laka Lena karena kebijakan tersebut sangat membantu masyarakat agar tetap memiliki perlengkapan hidup pasca terjadinya gempa bumi.
“Terima kasih kepada Bapak Gubernur Nusa Tenggara Timur. Berkat kebijakan yang Bapak tetapkan, kami masyarakat yang terkena dampak bencana tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok kami dengan baik,” ujar Maria dengan penuh haru.
Dukungan juga datang dari pihak pelaku usaha, yaitu Hendrikus Hengki Karlo yang mengelola Kios Tiga Putra—salah satu tempat usaha yang terlibat dalam pelaksanaan kebijakan tersebut di daerah itu.
“Kami ucapkan terima kasih yang sebesar‑besarnya kepada Bapak Gubernur. Kami selaku pemilik tempat usaha sangat mendukung aturan ini agar warga sekitar dapat segera memperoleh apa yang mereka butuhkan. Kemudian pemerintah akan melunasi biaya barang yang diambil masyarakat sesuai prosedur yang berlaku,” tutur Hendrikus.
Langkah manusiawi yang diambil Gubernur Melki ini menegaskan bahwa saat keadaan darurat, pemerintah tidak perlu menunggu seluruh persediaan berkumpul di satu tempat terlebih dahulu. Melainkan dapat memanfaatkan apa yang sudah tersedia di lingkungan masyarakat agar bantuan lebih cepat dirasakan oleh yang membutuhkan.
Menurut pandangan Gubernur Melki Laka Lena, sulitnya medan maupun terbatasnya akses jalan tidak boleh menjadi alasan bagi warga terdampak untuk tertinggal tanpa pertolongan. Pemerintah wajib mencari jalan keluar agar pelayanan dan perlindungan tetap sampai ke tangan rakyat, termasuk mereka yang tinggal di pelosok terjauh maupun di daerah yang sulit dijangkau kendaraan.
Melalui kebijakan tersebut, Pemerintah Provinsi NTT terus berusaha sungguh‑sungguh agar tidak ada satu pun penduduk yang terkena dampak gempa yang harus berjuang sendirian tanpa perlindungan, makanan yang layak, serta perlengkapan yang cukup di masa tanggap darurat . Redaksi 📝 Rocky.
#humasNTT
#AyoBangunNTT
#IndonesiaTerang
Komentar
Posting Komentar