✦ 𝐊𝐈𝐒𝐀𝐇 𝐏𝐔𝐋𝐀𝐍𝐆𝐍𝐘𝐀 𝐉𝐄𝐍𝐀𝐙𝐀𝐇 𝐃𝐄𝐍𝐆𝐀𝐍 𝐁𝐄𝐊𝐀𝐒 𝐉𝐀𝐇𝐈𝐓𝐀𝐍 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐇𝐄𝐑𝐀𝐍𝐊𝐀𝐍 – 𝐁𝐏𝟑𝐌𝐈 𝐉𝐄𝐋𝐀𝐒𝐊𝐀𝐍 𝐅𝐀𝐊𝐓𝐀, 𝐊𝐄𝐋𝐔𝐀𝐑𝐆𝐀 𝐓𝐄𝐑𝐈𝐌𝐀 𝐃𝐄𝐍𝐆𝐀𝐍 𝐇𝐀𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐍𝐀𝐍𝐆 ✦
KISAH PULANGNYA JENAZAH DENGAN BEKAS JAHITAN MENGHERANKAN – BP3MI JELASKAN FAKTA, KELUARGA TERIMA DENGAN HATI TENANG
KOTA KUPANG – Metro Flobamora Ketika peti jenazah Chatrine Septiani Rohi akhirnya sampai ke rumah duka dan dibuka, pemandangan yang terlihat membuat banyak orang bertanya-tanya. Di tubuhnya terdapat bekas jahitan yang terlihat tidak wajar, hal ini kemudian terekam dalam video dan menyebar luas di media sosial. Timbul dugaan yang menyedihkan: banyak orang berpendapat bahwa jenazah pekerja migran asal Kupang ini kehilangan organ tubuhnya setelah meninggal di Malaysia.
Suasana yang penuh pertanyaan dan kekhawatiran itu pun dijawab dengan tegas oleh pihak berwenang. Suratmi Hamida, Kepala BP3MI NTT, bersama tim hadir langsung di tengah keluarga dan orang yang melayat guna memberikan klarifikasi terbuka serta jujur. Beliau menegaskan tanpa ragu: TIDAK ADA SATU PUN ORGAN YANG DIAMBIL!
Bekas jahitan itu adalah hasil dari proses autopsi wajib yang dilakukan di negara penempatan. Hal ini merupakan syarat mutlak agar dapat memperoleh dokumen resmi atau berita kematian ("brafaks"), terlebih lagi karena almarhumah meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di jalan raya pada tanggal 29 Juli 2026, bukan di dalam rumah sakit. Tanpa mengetahui penyebab kematian dan hasil autopsi, jenazah tidak akan bisa dipulangkan kembali ke tanah air.
✅ “Semua langkah ini demi agar jenazah bisa pulang ke rumah. Setiap negara punya tata cara pemeriksaan sendiri, namun seluruh bagian tubuh almarhumah tetap lengkap,” ujar Suratmi Hamida di hadapan keluarga dengan penuh ketulusan.
Melihat ketegasan penjelasan tersebut, hati orang yang paling berduka pun menjadi tenang. Maria Magdalena Bolle Rohi, ibunda tercinta, menyambut fakta itu dengan hati yang ikhlas dan lapang. Beliau menolak keinginan untuk memeriksa ulang atau membongkar jenazah anaknya kembali karena sudah merasa percaya sepenuhnya.
“Saya sangat bersyukur sekali anak saya sudah ada di sini, sudah sampai di Kupang. Terima kasih atas bantuan yang diberikan. Saya sudah terima kondisi ini dengan ikhlas dan percaya sepenuhnya,” ungkapnya dengan mata penuh harapan namun hati mantap. Ia juga menyampaikan tidak tahu siapa yang menyebarkan gambar tubuh anaknya, namun memilih untuk tidak memikirkan hal yang menyakitkan itu lagi.
Diketahui bahwa Chatrine meninggal dunia akibat benturan keras saat kecelakaan sepeda motor dengan mobil di Malaysia. Bersama jenazah ini, tiba pula jenazah pekerja migran lain asal Sumba Barat di Bandara El Tari. Walaupun perjalanan pulang membawa cerita yang pelik dan dugaan yang keliru sempat meresahkan, namun akhirnya kebenaran terungkap jelas dan jenazah dapat beristirahat tenang di tanah kelahirannya bersama kasih sayang keluarga terdekat.
Redaksi 📝 Rocky.
Komentar
Posting Komentar