𝐒𝐀𝐓𝐔 𝐇𝐀𝐓𝐈, 𝐒𝐄𝐑𝐈𝐁𝐔 𝐋𝐈𝐋𝐈𝐍: 𝐁𝐄𝐑𝐃𝐎𝐀 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐅𝐋𝐎𝐑𝐄𝐒
Seribu Lilin Menyala di Bundaran PU Kupang: Bersatu Berdoa untuk Flores yang Terdampak Bencana
KUPANG – Metro Flobamora
Sebuah gerakan kepedulian dan persatuan tulus digelar di Bundaran PU Kota Kupang pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Beragam elemen masyarakat berkumpul dalam acara “Pray for Flores: 1.000 Lilin”, menyatukan hati dalam doa bagi saudara-saudara di Flores yang sedang menderita akibat bencana alam.
Mengusung semboyan “Satu Nyala, Seribu Doa untuk Flores”, acara ini bukan sekadar penyalakan lilin, melainkan bukti nyata bahwa seluruh masyarakat Kupang dan Nusa Tenggara Timur tidak pernah membiarkan saudara sebangsa menderita sendirian. Dari pemuda, tokoh agama—Kristen, Islam, Buddha, Hindu—gereja, masjid, hingga komunitas, seniman, media, dan relawan, semuanya hadir tanpa membedakan latar belakang. Semua bersatu dalam satu tujuan: memanjatkan doa keselamatan, kekuatan, serta pemulihan cepat bagi warga Flores yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat bencana.
Kegiatan dimulai pukul 18.00 WITA, diiringi suasana haru namun penuh harapan. Ribuan nyala lilin yang menyala serentak melambangkan harapan yang tak pernah padam, persaudaraan yang erat, serta semangat saling menguatkan di tengah kesulitan berat yang melanda wilayah Flores.
Ketua pelaksana Daud Nenotek
menyampaikan pesan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk bersatu, peduli, dan berdoa. “Meskipun jarak memisahkan tempat tinggal kita, kasih dan doa kita menyatu. Semoga nyala lilin ini menjadi penanda harapan agar Flores segera pulih kembali, warga yang terdampak diberi ketabahan, dan bantuan segera sampai tepat waktu,” ujarnya.
Acara ini terlaksana berkat dukungan penuh dan keikutsertaan aktif berbagai organisasi serta komunitas di Kota Kupang: Generasi Zolidaritas, Media Online Indonesia NTT, FKPTT Kota Kupang, GRIB Jaya Wartawan, APINDO NTT, PSMTI Kota Kupang, KADIN Kota Kupang, BEM Nusantara, Ikatan Paguyuban Flobamora, Laskar Timor, Garuda NTT, Front Mahasiswa Nasional, Komunitas Wartawan Indonesia NTT, AREMA NTT, Komunitas Seniman Kota Kupang, Srikandi CS an, REGULASI, hingga BRIGADE MEO. Semua bersatu dengan semangat yang sama: Kupang Peduli, Flores Kita!
Malam itu membuktikan dengan jelas bahwa di tengah musibah, persatuan lintas golongan, agama, dan profesi akan menjadi kekuatan besar. Doa tulus bersama dan kehadiran nyata kepedulian masyarakat Kupang menjadi pelipur lara sekaligus penyemangat agar saudara-saudara di Flores segera bangkit kembali dari musibah yang menimpa.
Redaksi 📝 Rocky
Singkat, jelas, menyentuh semangat persatuan & kepedulian yang ada di dalam poster acara! 😊
Komentar
Posting Komentar