METRO UPDATE

METRO LATEST

𝐆𝐮𝐛𝐞𝐫𝐧𝐮𝐫 𝐌𝐞𝐥𝐤𝐢 𝐋𝐚𝐧𝐜𝐚𝐫𝐤𝐚𝐧 ‘𝐆𝐄𝐌𝐀 𝐀𝐆𝐔𝐍𝐆’ — 𝐍𝐓𝐓 𝐒𝐞𝐦𝐚𝐤𝐢𝐧 𝐊𝐮𝐚𝐭 𝐆𝐮𝐧𝐚 𝐉𝐚𝐠𝐮𝐧𝐠 𝐇𝐢𝐛𝐫𝐢𝐝𝐚 & 𝐀𝐠𝐫𝐢𝐛𝐢𝐬𝐧𝐢𝐬 𝐁𝐞𝐫𝐤𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠 𝐏𝐞𝐫𝐬𝐚𝐭𝐮𝐚𝐧 𝐍𝐮𝐬𝐚 𝐓𝐞𝐧𝐠𝐠𝐚𝐫𝐚 𝐓𝐢𝐦𝐮𝐫

   𝐆𝐮𝐛𝐞𝐫𝐧𝐮𝐫 𝐌𝐞𝐥𝐤𝐢 𝐋𝐚𝐧𝐜𝐚𝐫𝐤𝐚𝐧 ‘𝐆𝐄𝐌𝐀 𝐀𝐆𝐔𝐍𝐆’ — 𝐍𝐓𝐓 𝐒𝐞𝐦𝐚𝐤𝐢𝐧 𝐊𝐮𝐚𝐭 𝐆𝐮𝐧𝐚 𝐉𝐚𝐠𝐮𝐧𝐠 𝐇𝐢𝐛𝐫𝐢𝐝𝐚 & 𝐀𝐠𝐫𝐢𝐛𝐢𝐬𝐧𝐢𝐬 𝐁𝐞𝐫𝐤𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠 𝐏𝐞𝐫𝐬𝐚𝐭𝐮𝐚𝐧 𝐍𝐮𝐬𝐚 𝐓𝐞𝐧𝐠𝐠𝐚𝐫𝐚 𝐓𝐢𝐦𝐮𝐫 
 📝 Redaksi 
📷 Okkiboy 14 Agustus 2026

 
“Pencanangan 𝐆𝐄𝐌𝐀 𝐀𝐆𝐔𝐍𝐆 hari ini bukan sekadar kegiatan biasa, melainkan tonggak baru. Saya berharap ini tak hanya menjadi slogan, tapi gerakan bersama untuk membangun ekosistem agribisnis jagung NTT menyeluruh dari hulu hingga ke hilir.”
 
Demikian tegas Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena saat resmi mencanangkan Gebyar Gelar Teknologi Budidaya Jagung Hibrida dan Gerakan Masyarakat Agribisnis Jagung (𝐆𝐄𝐌𝐀 𝐀𝐆𝐔𝐍𝐆) di Balai Benih Tarus, Desa Air Mata, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Jumat (14/8/2026) siang.
 
Turut hadir jajaran pejabat Kementerian Pertanian RI, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Kepala Dinas Pertanian seluruh kabupaten/kota se-NTT, para penyuluh pertanian, kelompok petani jagung, pelaku usaha perbenihan, perbankan, mahasiswa, serta perwakilan petani dari berbagai penjuru daerah NTT.
 
Langkah ini menjadi bukti nyata upaya Pemerintah Provinsi NTT dalam mendorong peningkatan produktivitas jagung sekaligus memperkokoh sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat.
 
Dalam momen bersejarah itu, Gubernur NTT menegaskan betapa pentingnya mengubah pola pikir petani — tak lagi sekadar penanam dan pemanen, melainkan pelaku utama dalam membangun usaha agribisnis yang berdaya saing.
 
“Kita ingin petani bukan hanya menanam dan memanen, melainkan menjadi bagian utama dari sebuah usaha agribisnis yang menghasilkan nilai tambah nyata. Pemerintah hadir dengan kebijakan dan pendampingan, dunia usaha membuka akses pasar, perguruan tinggi menghadirkan inovasi, dan petani menjadi pelaku utama dalam seluruh proses produksi,” jelas Gubernur Melki dengan penuh semangat.
 
Gubernur menjelaskan jagung menempati posisi sangat penting dalam kehidupan masyarakat NTT. Selain menjadi bahan pangan pokok, jagung juga dibutuhkan untuk industri pakan ternak dan memiliki nilai ekonomi yang sangat besar. NTT sendiri memiliki potensi lahan yang luas serta pengalaman bertani jagung yang sudah turun-temurun. Namun, potensi besar itu belum tergali sepenuhnya karena tingkat produktivitas yang masih perlu ditingkatkan secara signifikan.
 
“Karena itu, tantangan ke depan bukan sekadar memperluas lahan tanam, melainkan bagaimana meningkatkan hasil panen dari lahan yang sudah ada. Kita wajib mendorong penggunaan benih unggul bersertifikat, teknologi budidaya yang tepat, pemupukan berimbang, pengelolaan lahan yang baik, serta penanganan panen dan pascapanen yang benar-benar tepat sasaran,” ungkapnya.
 
Gubernur NTT kembali menegaskan bahwa penerapan teknologi dalam budidaya jagung adalah kunci utama untuk meningkatkan hasil produksi sekaligus kualitas komoditas pertanian. Pemanfaatan benih unggul, pengolahan lahan yang tepat, pemupukan berimbang, serta penerapan teknologi pertanian modern diharapkan mampu mengangkat produktivitas dan pendapatan para petani.
 
Selain itu, Gubernur Melki menyatakan kegiatan ini harus dimanfaatkan sebagai langkah strategis regenerasi pertanian guna menarik lebih banyak petani milenial. Ia pun mengajak generasi muda di NTT untuk terus terbuka terhadap inovasi dan kemajuan teknologi pertanian.
 
“Jangan ragu mencoba cara-cara baru yang terbukti memberikan hasil lebih baik. Pertanian kita harus bergerak maju seiring perubahan zaman. Teknologi harus kita manfaatkan agar pekerjaan petani semakin efektif, produktif, dan menguntungkan,” ujarnya.
 
Lebih jauh, Gubernur menyebut kegiatan ini sangat istimewa karena tak hanya berbicara soal teori teknologi, tetapi juga melihat langsung penerapannya melalui demplot berbagai varietas jagung hibrida. Ia berharap segala hal baik yang dipelajari di sini bisa segera diterapkan secara luas oleh para petani di seluruh wilayah.
 
“Di samping itu, kita harus sadar bahwa peningkatan produksi tak boleh dibebankan kepada petani saja. Mereka butuh dukungan benih, pupuk, teknologi, pembiayaan, pendampingan, dan yang paling utama — kepastian pasar. Maka dari itu, kerja sama antar pemerintah, petani, penyuluh, perguruan tinggi, dunia usaha, perbankan, Bulog, produsen benih, serta seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat. Kita ingin saat produksi naik, harga dan pendapatan petani juga ikut naik,” tegasnya.
 
“Tentu saja kita berharap dari Balai Benih Induk Tarus hari ini lahir semangat baru — bahwa jagung NTT harus dikembangkan dengan cara yang lebih modern, lebih produktif, dan benar-benar berorientasi pada kesejahteraan petani. Kita punya sumber daya, punya lahan, punya petani, dan punya mitra. Yang kita butuhkan hanyalah kemauan untuk bekerja bersama dan konsistensi untuk melaksanakannya,” tambah Gubernur penuh harap.
 
Pemerintah Provinsi NTT selanjutnya akan memperkuat koordinasi dan pendampingan menyeluruh agar program pengembangan jagung hibrida berjalan konsisten, mulai dari proses produksi hingga ke pemasaran.
 
“Dengan gotong royong, konsistensi program, dan dukungan seluruh pihak, kita yakin potensi jagung dan sektor agribisnis NTT bisa berkembang secara optimal serta memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
 
Sementara itu, Dr. Ir. Ladiyani Retno Widowati, M.Sc., Direktur Perbenihan Tanaman Pangan pada Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, menyatakan kondisi agroklimat dan karakteristik lahan di NTT sangat mendukung pengembangan berbagai komoditas tanaman pangan maupun hortikultura secara bersamaan.
 
Menurutnya, kekhasan wilayah NTT menyimpan potensi besar yang bisa dioptimalkan untuk mendorong peningkatan produksi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
 
“Kondisi agroklimat dan karakteristik lahan di NTT sangat mendukung pengembangan tanaman pangan maupun hortikultura secara bersamaan,” ujarnya.
 
Ia menjelaskan pemanfaatan potensi tersebut harus dilakukan secara terencana dengan memperhatikan kesesuaian lahan, kondisi iklim, ketersediaan air, serta kekhasan masing-masing wilayah. Pendekatan ini sangat penting agar pengembangan komoditas pertanian berjalan efektif dan tetap berkelanjutan.
 
Ladiyani menambahkan pengembangan tanaman pangan dan hortikultura secara terpadu juga mampu memberikan nilai tambah yang besar bagi petani. Selain meningkatkan produktivitas, diversifikasi komoditas diharapkan dapat memperluas sumber pendapatan masyarakat dan memperkuat perekonomian di kawasan pedesaan.
 
Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan komoditas unggulan daerah melalui program yang terintegrasi dan berkelanjutan. Pencanangan 𝐆𝐄𝐌𝐀 𝐀𝐆𝐔𝐍𝐆 diharapkan menjadi langkah awal yang kokoh dalam membangun ekosistem agribisnis jagung yang kuat, produktif, dan berdaya saing tinggi di seluruh NTT.
 
#humasNTT
#IndonesiaTerang
#AyoBangunNTT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

 𝐖𝐚𝐥𝐢 𝐊𝐨𝐭𝐚 𝐊𝐮𝐩𝐚𝐧𝐠 𝐇𝐚𝐝𝐢𝐫 𝐌𝐞𝐬𝐤𝐢 𝐁𝐞𝐥𝐮𝐦 𝐏𝐮𝐥𝐢𝐡, 𝐃𝐮𝐤𝐮𝐧𝐠 𝐏𝐞𝐧𝐮𝐡 𝐀𝐝𝐢𝐫𝐚 𝐅𝐢𝐧𝐚𝐧𝐜𝐞 𝐊𝐮𝐩𝐚𝐧𝐠 𝐖𝐮𝐣𝐮𝐝𝐤𝐚𝐧 𝐌𝐢𝐦𝐩𝐢 𝐌𝐚𝐬𝐲𝐚𝐫𝐚𝐤𝐚𝐭

GUBERNUR MELKI LAKA LENA TEGASKAN SENIN 20 JULI TETAP BERAKTIVITAS NORMAL — SURAT EDARAN LIBUR NONTON FINAL PIALA DUNIA DIPASTIKAN HOAKS

𝘈𝘥𝘳𝘪𝘢𝘯𝘢 𝘉𝘶𝘯𝘯𝘢 𝘒𝘢𝘭𝘢, 𝘚𝘦𝘯𝘪𝘮𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘒𝘦𝘵𝘶𝘢 𝘋𝘗𝘋 𝘗𝘈𝘗𝘗𝘙𝘐 𝘕𝘛𝘛, 𝘋𝘪𝘱𝘦𝘳𝘤𝘢𝘺𝘢 𝘓𝘢𝘺𝘢𝘯𝘪 𝘞𝘢𝘳𝘨𝘢 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘚𝘦𝘬𝘳𝘦𝘵𝘢𝘳𝘪𝘴 𝘓𝘶𝘳𝘢𝘩 𝘈𝘪𝘳𝘯𝘰𝘯𝘢