𝑾𝒂𝒈𝒖𝒃 𝑱𝒐𝒉𝒏𝒊 𝑨𝒔𝒂𝒅𝒐𝒎𝒂 𝑨𝒋𝒂𝒌 𝑪𝒂𝒎𝒂𝒕 & 𝑲𝒂𝒑𝒐𝒍𝒔𝒆𝒌: 𝑫𝒆𝒌𝒂𝒕 𝑹𝒂𝒌𝒚𝒂𝒕 𝑲𝒖𝒏𝒄𝒊 𝑪𝒆𝒈𝒂𝒉 𝑲𝒐𝒏𝒇𝒍𝒊𝒌 𝑫𝒂𝒏 𝑴𝒂𝒋𝒖𝒌𝒂𝒏 𝑫𝒂𝒆𝒓𝒂𝒉
📝 Okkiboy 10 Agustus 202
Wagub Johni Asadoma Ajak Camat dan Kapolsek se-Adonara: Dekat dengan Rakyat Kunci Cegah Konflik dan Majukan Daerah
Adonara, Flores Timur - Metro Flobamora
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, melaksanakan pertemuan tatap muka bersama seluruh Camat dan Kapolsek se-Adonara di Desa Sukutokan, Kecamatan Kelubagolit, Kabupaten Flores Timur, pada Senin malam, 10 Agustus 2026.
Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan utama memperkuat sinergi yang harmonis antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta para tokoh masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tengah kehidupan bermasyarakat.
Hadir secara langsung dalam dialog tersebut para Camat se-Adonara, para Kapolsek se-Adonara, serta sejumlah tokoh masyarakat terkemuka di antaranya Usman Muhamad Tokan (Donnie), Dr. Petrus Keron, Prof. Simon Sabon Ola, Drs. Marsel Tupen Masan, Wilem Wetan Songa, dan Raymundus Penana Nuba.
Dalam arahannya, Wagub Johni Asadoma menegaskan kembali betapa krusialnya peran aparat pertahanan, keamanan, serta seluruh pemangku kepentingan daerah untuk membangun ikatan yang dekat dan akrab dengan seluruh lapisan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat bermula dari kemampuan menguasai wilayah melalui pendekatan komunikasi yang humanis dan penuh rasa persaudaraan.
“Rumus paling penting di mana pun kita bertugas adalah menyapa masyarakat, duduk bersama mengobrol santai, mendengarkan keluhan, harapan mereka, serta mempelajari potensi luar biasa yang dimiliki daerah ini,” ujar Wagub Johni dengan tegas.
Ia juga mengingatkan bahwa penguasaan wilayah yang baik tercermin dari kepekaan tinggi terhadap setiap perubahan dinamika sosial yang terjadi hingga ke tingkat paling bawah.
Melalui komunikasi yang terjalin secara terus-menerus, bahkan lewat hal sederhana seperti menyapa pedagang kecil atau warga yang beraktivitas, berbagai potensi konflik akan dapat terdeteksi lebih dini dan dicegah secara preventif sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
“Begitu tanda-tanda awal perpecahan muncul, kita sudah mengetahuinya lebih dulu dan segera bergerak merangkul tokoh masyarakat serta ketua adat. Hal ini hanya mungkin terjadi jika kita sudah membangun kedekatan hati dan rasa saling menghormati yang mendalam,” jelasnya.
Selain isu keamanan dan ketertiban, Wagub Johni meminta seluruh jajaran pimpinan kecamatan dan aparat kepolisian untuk peka terhadap permasalahan nyata yang dihadapi warga serta aktif menggali dan mengembangkan potensi ekonomi lokal yang belum terjamah secara maksimal.
Camat Adonara, Silvester Seli Tokan, dalam diskusi menyampaikan kendala penanganan potensi konflik antarsuku di lapangan serta tantangan ekonomi yang masih terhambat akses jalan yang kurang baik dan keterbatasan fasilitas tambatan perahu di wilayah Sagu. Menanggapi hal itu, Pemprov NTT melalui Dinas PUPR memastikan ruas jalan provinsi SP. Waiwerang–Sagu kini sedang disiapkan anggarannya untuk rekonstruksi dan pemeliharaan menyeluruh.
Di penghujung kunjungan kerjanya, Wagub Johni Asadoma menikmati makan malam bersama warga dan tokoh adat Desa Sukutokan. Dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan itu, ia sekaligus memilih bermalam di desa tersebut sebagai wujud nyata komitmen hadir melayani masyarakat dari dekat, serta meninggalkan jejak kebaikan yang dirasakan manfaatnya secara turun-temurun.
#humasNTT
#AyoBangunNTT
#IndonesiaTerang
Komentar
Posting Komentar