𝐖𝐚𝐠𝐮𝐛 𝐍𝐓𝐓 𝐏𝐚𝐬𝐭𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐊𝐞𝐛𝐮𝐭𝐮𝐡𝐚𝐧 𝐌𝐚𝐬𝐲𝐚𝐫𝐚𝐤𝐚𝐭 𝐃𝐢𝐫𝐞𝐬𝐩𝐨𝐧𝐬 𝐏𝐨𝐬𝐢𝐭𝐢𝐟 𝐏𝐞𝐦𝐞𝐫𝐢𝐧𝐭𝐚𝐡 𝐏𝐮𝐬𝐚𝐭𝐁𝐍𝐏𝐁 𝐊𝐨𝐦𝐢𝐭𝐦𝐞𝐧 𝐁𝐚𝐧𝐠𝐮𝐧 𝐉𝐞𝐦𝐛𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐑𝐩14,6 𝐌𝐢𝐥𝐢𝐚𝐫, 𝐒𝐮𝐦𝐮𝐫 𝐁𝐨𝐫, 𝐝𝐚𝐧 𝐁𝐚𝐧𝐭𝐮𝐚𝐧 𝐊𝐞𝐛𝐞𝐧𝐜𝐚𝐧𝐚𝐚𝐧 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚
Wagub NTT Pastikan Kebutuhan Masyarakat Direspons Positif Pemerintah Pusat
BNPB Komitmen Bangun Jembatan Rp14,6 Miliar, Sumur Bor, dan Bantuan Kebencanaan Lainnya
Jakarta.Metro Flobamora
Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johni Asadoma menegaskan bahwa kunjungan kerjanya ke Jakarta bukan sekadar untuk menyampaikan usulan pembangunan, melainkan memastikan berbagai kebutuhan mendesak masyarakat daerah tetap menjadi perhatian utama pemerintah pusat.
Pernyataan tersebut disampaikan Johni saat bertemu dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia Letjen TNI Dr. Suharyanto di Kantor BNPB RI, pada Selasa (14/7/2026), yang merupakan hari kedua rangkaian kunjungannya ke ibu kota.
Dalam pertemuan produktif tersebut, Pemerintah Provinsi NTT berhasil mengamankan komitmen nyata dari BNPB untuk menyalurkan berbagai bentuk dukungan bagi percepatan pemulihan dan pembangunan di wilayah provinsi tersebut.
Salah satu komitmen terbesar adalah pembangunan jembatan permanen dengan nilai investasi mencapai sekitar Rp14,6 miliar, yang ditujukan untuk menggantikan jembatan yang rusak parah akibat bencana alam sebelumnya.
Selain infrastruktur jembatan, BNPB juga siap membantu pembangunan sumur bor di wilayah-wilayah yang secara rutin mengalami kesulitan air bersih, serta menyalurkan kendaraan operasional dan bantuan logistik bagi masyarakat yang masih terdampak bencana.
Wakil Gubernur menjelaskan bahwa usulan ini muncul setelah ia melakukan peninjauan langsung ke sejumlah daerah, khususnya di Kabupaten Alor dan Kabupaten Kupang, di mana masih banyak masalah mendasar yang belum terselesaikan.
Ia menyoroti kondisi jembatan yang rusak berat akibat Siklon Tropis Seroja, yang hingga saat ini belum dapat difungsikan secara maksimal dan menjadi penghambat utama aktivitas warga.
Menurut Johni, kerusakan infrastruktur tersebut tidak sekadar menghambat lalu lintas, melainkan berdampak luas pada roda perekonomian masyarakat, distribusi kebutuhan pokok, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga pelayanan publik pemerintahan.
"Saya melihat langsung kondisi di lapangan. Jembatan yang putus adalah urat nadi penghubung antarwilayah. Saat musim hujan tiba, akses terputus total dan kehidupan masyarakat menjadi lumpuh," ungkap Johni menceritakan pengamatannya di Alor.
Selain masalah akses jalan, Johni juga menyampaikan kebutuhan mendesak penyediaan air bersih di daerah yang setiap tahun dilanda kekeringan, di mana sumur bor akan sangat membantu kebutuhan sehari-hari maupun pendukung pertanian warga.
Ia menambahkan bahwa upaya pendekatan ke pemerintah pusat dilakukan karena kemampuan fiskal daerah yang masih terbatas, di mana total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi NTT sekitar Rp1,3 triliun jauh dari cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Kepala BNPB Suharyanto dengan tegas menyatakan kesiapannya memberikan dukungan penuh sesuai dengan kewenangan dan tugas pokok lembaganya.
Untuk pembangunan jembatan senilai Rp14,6 miliar, BNPB akan berkoordinasi erat dengan TNI Angkatan Darat guna mempercepat proses pelaksanaan pembangunannya agar dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
Terkait penyediaan air bersih, BNPB akan melakukan survei geolistrik terlebih dahulu untuk menentukan titik sumber air yang tepat. Jika kondisi geologi tidak memungkinkan pembuatan sumur bor, maka akan dibangun jaringan perpipaan sebagai solusi alternatif.
Bantuan lain yang disiapkan BNPB meliputi mobil tangki air, perahu bermotor untuk daerah kepulauan, tambahan kendaraan operasional penanggulangan bencana, serta perlengkapan darurat seperti tenda keluarga. "NTT bukan daerah jauh bagi kami, melainkan sangat dekat. Kami akan terus mendukung," ujar Suharyanto.
Komitmen ini tentu menjadi harapan baru bagi masyarakat NTT untuk segera menikmati akses yang lebih baik, air bersih yang terjamin, serta kesiapan yang lebih matang dalam menghadapi potensi bencana di masa depan. Dalam audiensi ini, Wagub Johni didampingi Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo serta sejumlah pejabat terkait dari provinsi dan kabupaten.( Pimred : Rocky M T )
Komentar
Posting Komentar