๐๐๐ ๐๐๐๐ข ๐๐๐ฌ๐๐ซ๐๐ง ๐๐ญ๐๐ฆ๐ ๐๐ซ๐จ๐ ๐ซ๐๐ฆ ๐๐๐ฆ๐ข๐ญ๐ซ๐๐๐ง ๐๐๐ฌ๐๐ก๐๐ญ๐๐ง ๐๐ง๐๐จ๐ง๐๐ฌ๐ข๐–๐๐ฎ๐ฌ๐ญ๐ซ๐๐ฅ๐ข๐, ๐๐๐ ๐ฎ๐ ๐๐จ๐ก๐ง๐ข ๐๐๐ค๐๐ง๐ค๐๐ง ๐๐๐ง๐ญ๐ข๐ง๐ ๐ง๐ฒ๐ ๐๐๐ง๐ ๐ฎ๐๐ญ๐๐ง ๐๐๐ฒ๐๐ง๐๐ง ๐๐๐ฌ๐๐ซ
NTT Jadi Sasaran Utama Program Kemitraan Kesehatan Indonesia–Australia, Wagub Johni Tekankan Pentingnya Penguatan Layanan Dasar
KUPANG - Metro Flobamora
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johni Asadoma menghadiri Peluncuran Nasional Program KITA SEHAT (Kemitraan Indonesia–Australia untuk Transformasi Kesehatan) yang diselenggarakan Senin (20/7) di Jakarta. Acara ini digagas bersama oleh Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, serta Pemerintah Australia.
Program ini menetapkan NTT, Jawa Barat, dan Papua Barat Daya sebagai wilayah pelaksanaan utama. Mengusung pendekatan “Satu Kesehatan”, program ini menyatukan penanganan kesehatan manusia, kesehatan hewan, ketahanan pangan, serta adaptasi iklim guna membangun sistem kesehatan nasional yang lebih kokoh.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan pada kesempatan itu bahwa perbaikan layanan kesehatan dasar harus didahulukan sebelum mengembangkan layanan rujukan tingkat lanjut.
“Seluruh daerah harus menyusun sasaran dan ukuran keberhasilan yang jelas, sehingga upaya menekan angka stunting, memperluas jangkauan imunisasi, serta menjalankan Cek Kesehatan Gratis dapat dinilai pencapaiannya secara nyata,” ujar Budi.
Sekretaris Kementerian PPN/Bappenas Teni Widuriyanti menyatakan bahwa KITA SEHAT adalah bentuk kerja sama strategis kedua negara untuk memperkokoh tatanan kesehatan nasional.
“Melalui kerja sama lintas bidang, program ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pemerintah daerah serta melahirkan sistem kesehatan yang lebih tanggap, luwes, dan berkelanjutan,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia Gita Kamath menyebutkan bahwa pemantapan layanan kesehatan dasar adalah kunci peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Pelayanan kesehatan sebaiknya lebih mengutamakan pencegahan dan promosi kesehatan daripada sekadar pengobatan saat sakit.
“Melalui KITA SEHAT, Australia berkomitmen mendukung perbaikan gizi masyarakat, penguatan kepemimpinan daerah, sistem pantauan penyakit, serta kerja sama lintas sektor dalam menghadapi wabah maupun dampak perubahan iklim,” jelas Gita.
Dalam pemaparannya, Wagub Johni menguraikan berbagai tantangan kesehatan yang masih dihadapi NTT. Angka stunting di sejumlah kabupaten masih tergolong tinggi, seperti Sikka dan Sumba Barat Daya yang masing-masing mendekati 39 persen, serta Belu mencapai 29,3 persen. Pada tahun 2025, angka kematian ibu tercatat 141 kasus, kematian bayi mencapai 986 kasus, dan angka kematian balita juga mengalami kenaikan.
Untuk penanganan penyakit menular, hingga Juni 2026 masih tercatat 87 kasus positif malaria dengan satu kematian. Sampai awal Juli tahun ini, tercatat 10.209 Orang dengan HIV, serta 4.787 kasus tuberkulosis sepanjang semester pertama tahun 2026.
Masalah rabies juga menjadi sorotan karena telah menyebar ke 16 kabupaten/kota di NTT. Daerah ini membutuhkan sekitar 400.000 dosis vaksin hewan agar mencapai kekebalan kelompok minimal 70 persen populasi anjing. Bantuan yang baru diterima dari organisasi kesehatan hewan dunia baru mencakup 200.000 dosis, sehingga masih diperlukan dukungan tambahan beserta biaya operasional petugas penyalur vaksin.
“Kami berharap melalui KITA SEHAT terpenuhi kebutuhan vaksin rabies serta penguatan layanan dasar, agar berbagai masalah kesehatan di NTT dapat ditangani secara menyeluruh dan berkelanjutan,” ujar Wagub Johni.
Ia menambahkan bahwa hambatan kesehatan di NTT tidak hanya berasal dari keterbatasan fasilitas, melainkan juga rendahnya kesadaran hidup bersih, akses air bersih yang belum merata, sanitasi yang belum layak, adat istiadat setempat, serta kurangnya pemahaman kesehatan masyarakat terutama di wilayah terpencil.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Barat membagi keberhasilan menurunkan stunting sebesar 5,8 persen pada 2024–2025 lewat pemantapan layanan dasar, perbaikan tata kelola, dan program dokter desa. Sementara itu, Gubernur Papua Barat Daya menyatakan siap menjalankan program ini dengan memperkuat layanan kesehatan dasar, menjaga ketahanan iklim, serta mengoptimalkan program seribu hari pertama kehidupan berbasis pangan lokal.
Wakil Menteri PPN/Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard menutup acara dengan menegaskan bahwa program ini adalah wujud investasi bersama demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Perubahan sistem kesehatan harus dimulai dari daerah melalui kerja sama lintas sektor yang menyatukan kesehatan manusia, hewan, dan ketahanan pangan.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi NTT akan mempererat kerja sama dengan seluruh kementerian terkait, Pemerintah Australia, dan mitra pembangunan lain untuk menyusun rencana pelaksanaan program. Sinergi antarinstansi daerah juga akan diperkuat dengan pendekatan Satu Kesehatan, untuk mempercepat penurunan stunting, memperluas akses air bersih dan sanitasi, menekan penyakit menular, serta mengajukan dukungan pemenuhan vaksin rabies dan operasional petugas guna mewujudkan sistem kesehatan NTT yang lebih tangguh, adil, dan lestari.
#AyoBangunNTT
Komentar
Posting Komentar