𝑯𝒂𝒅𝒊𝒓𝒊 𝑷𝒆𝒏𝒈𝒖𝒌𝒖𝒉𝒂𝒏 𝒅𝒂𝒏 𝑷𝒆𝒍𝒂𝒏𝒕𝒊𝒌𝒂𝒏 𝑷𝑬𝑹𝑩𝑨𝑻𝑰 𝑲𝒂𝒃𝒖𝒑𝒂𝒕𝒆𝒏/𝑲𝒐𝒕𝒂 𝑺𝒆-𝑵𝑻𝑻, 𝑾𝒂𝒈𝒖𝒃 𝑱𝒐𝒉𝒏𝒊 𝑨𝒔𝒂𝒅𝒐𝒎𝒂 𝑫𝒐𝒓𝒐𝒏𝒈 𝑷𝑬𝑹𝑩𝑨𝑻𝑰 𝑩𝒂𝒏𝒈𝒖𝒏 𝑻𝒊𝒏𝒋𝒖 𝑵𝑻𝑻 𝑳𝒆𝒃𝒊𝒉 𝑩𝒆𝒓𝒑𝒓𝒆𝒔𝒕𝒂𝒔𝒊 𝑳𝒂𝒈𝒊
📷Okkiboy 25 Juli 2026
Hadiri Pengukuhan dan Pelantikan PERBATI Kabupaten/Kota Se-NTT, Wagub Johni Asadoma Dorong PERBATI Bangun Tinju NTT Lebih Berprestasi Lagi
Kupang - Metro Flobamora
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, menghadiri secara langsung acara pengukuhan sekaligus pelantikan Pengurus Besar Tinju Indonesia atau yang disingkat PERBATI untuk seluruh tingkat Kabupaten dan Kota se-NTT. Kegiatan tersebut berlangsung di Eternal Lounge, Kelapa Lima, Kota Kupang, tepatnya pada hari Sabtu tanggal 25 Juli 2026 di siang hari.
Acara pelantikan ini dihadiri oleh berbagai pihak yang memiliki peran penting dalam dunia olahraga, khususnya cabang olahraga tinju. Turut hadir perwakilan dari Pengurus Besar PERBATI Pusat yaitu Adam Taka Simanjuntak, unsur pimpinan Forkopimda Provinsi NTT, Sekretaris Daerah Kota Kupang Jefri Pelt, seluruh Ketua beserta jajaran pengurus PERBATI Kabupaten dan Kota se-NTT, para atlet tinju yang masih aktif bertanding, para mantan atlet yang pernah mengharumkan nama daerah, serta para pelatih yang telah mendedikasikan diri membina bibit-bibit petinju di daerah ini.
Prosesi pengukuhan dan pelantikan para pengurus ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan yang dikeluarkan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar PERBATI. Langkah ini merupakan bagian dari upaya nyata untuk memperkokoh tata kelola organisasi agar lebih rapi dan terarah, sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan olahraga tinju di seluruh wilayah Bumi Flobamorata.
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan pembacaan susunan nama-nama pengurus PERBATI tingkat kabupaten dan kota yang akan memegang amanah untuk masa bakti tahun 2026 hingga 2030. Momen ini juga dirangkaikan dengan penyerahan bendera pataka secara simbolis oleh Adam Taka Simanjuntak yang hadir mewakili Ketua Umum PERBATI Pusat. Bendera tersebut diserahkan kepada Ketua PERBATI Provinsi NTT sekaligus kepada masing-masing Ketua PERBATI di tingkat Kabupaten dan Kota.
Dalam pidato sambutannya, Wakil Gubernur Johni Asadoma menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Pengurus Provinsi PERBATI NTT. Menurutnya, konsolidasi organisasi yang terus dilakukan selama ini menjadi fondasi yang sangat penting untuk memastikan pembinaan olahraga tinju di daerah ini berjalan dengan baik dan terencana.
Wagub Johni juga menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas terbentuknya kepengurusan PERBATI di berbagai kabupaten dan kota di NTT. Hal ini ia pandang sebagai langkah yang sangat strategis untuk semakin memperkuat struktur pembinaan olahraga tinju di seluruh pelosok Nusa Tenggara Timur. Ia pun berharap para pengurus yang baru saja dilantik mampu menjalankan amanah yang diemban dengan penuh rasa tanggung jawab, serta berhasil melahirkan atlet-atlet berbakat yang mampu membawa nama harum daerah baik di tingkat nasional maupun di kancah internasional.
“Pelantikan ini adalah sebuah momentum yang sangat tepat untuk memperkuat struktur organisasi kita, serta membangun komitmen bersama agar kita mampu mencetak atlet-atlet tinju yang berprestasi gemilang dan mampu mengharumkan nama NTT di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Wagub Johni Asadoma dengan nada penuh semangat.
Wagub Johni kemudian menceritakan bahwa olahraga tinju sebenarnya telah memiliki sejarah yang sangat panjang dalam mengharumkan nama bangsa Indonesia di mata dunia. Ia pun mengenang perjalanan panjang dunia tinju di tanah kelahirannya sendiri, NTT, yang sejak lama telah melahirkan banyak atlet hebat yang meraih prestasi gemilang di tingkat nasional maupun internasional. Baginya, tinju bukan sekadar olahraga untuk mencari kemenangan, melainkan sudah menjadi bagian dari identitas masyarakat NTT yang dikenal luas memiliki semangat juang yang tak pernah padam.
Pada kesempatan yang berharga tersebut, Johni Asadoma juga berbagi cerita mengenai pengalaman masa mudanya saat masih aktif bertanding sebagai seorang petinju. Ia mengakui bahwa olahraga tinjulah yang telah membentuk karakternya, melatih mentalnya menjadi lebih kuat, serta menanamkan kedisiplinan tinggi yang ia pegang hingga saat ini sejak usia yang masih sangat muda.
“Tinju sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas olahraga NTT selama puluhan tahun lamanya. Provinsi kita ini juga telah melahirkan petinju-petinju hebat yang mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional. Pada generasi saya sendiri, ada nama besar seperti Nelson Oil dan kemudian disusul oleh Hermensen Ballo,” ucap Wagub Johni Asadoma yang diketahui juga merupakan mantan atlet tinju nasional peraih medali emas SEA Games tahun 1983.
Lebih jauh, Wagub Johni berharap generasi muda NTT saat ini dapat menjadikan olahraga, khususnya olahraga tinju, sebagai wadah yang positif untuk mengembangkan segala potensi yang mereka miliki, sekaligus mengukir berbagai prestasi yang membanggakan di tingkat nasional hingga ke tingkat internasional.
“Pemerintah Provinsi NTT akan terus memberikan dukungan penuh terhadap segala bentuk upaya pembinaan olahraga, agar lahir atlet-atlet baru yang mampu mengembalikan masa kejayaan tinju NTT seperti di masa lalu. Semangat yang ditunjukkan oleh para petinju terdahulu harus menjadi api inspirasi bagi generasi muda saat ini untuk terus berjuang meraih prestasi dan mengharumkan nama baik daerah, bahkan hingga di kancah internasional. Terlebih lagi, sebentar lagi kita akan menyambut ajang PON tahun 2028. Saya tegaskan, tinju NTT wajib menyumbang medali emas dalam pesta olahraga terbesar antarprovinsi tersebut. Jika di ajang PON kita mampu meraih prestasi yang membanggakan, maka itu akan menjadi bekal yang sangat berharga bagi para atlet tinju NTT untuk melangkah lebih jauh lagi, menembus level SEA Games bahkan hingga ke ajang Olimpiade,” jelas Wagub Johni dengan penuh harapan.
Namun demikian, Wagub Johni mengingatkan bahwa segala potensi besar yang dimiliki tersebut harus dikelola dengan baik melalui organisasi yang bekerja secara profesional, sistem pembinaan yang dilakukan secara berjenjang dan teratur, serta penyelenggaraan kompetisi yang berlangsung terus-menerus dan berkelanjutan. Oleh sebab itu, ia sangat menyambut baik terlaksananya pelantikan pengurus dari delapan kabupaten dan kota, yaitu Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Rote Ndao, Sabu Raijua, Malaka, dan Alor.
“Saya berharap kepengurusan yang baru saja terbentuk ini dapat segera menyusun program pembinaan yang nyata dan dapat dirasakan manfaatnya oleh para atlet. Dan saya tekankan sekali lagi, saya berharap acara hari ini tidak hanya berhenti sebagai seremonial belaka. Setelah acara ini selesai, kalian harus segera menyusun rencana kerja yang kongkrit. Tidak perlu membuat rencana yang terlalu muluk-muluk, yang paling utama adalah setiap pengurus PERBATI di daerah masing-masing mampu mendata dengan jelas jumlah sasana latihan yang ada, data para wasit, data tenaga medis yang mendukung, serta berapa jumlah pelatih yang ada. Karena tanpa adanya pelatih yang berkualitas, mustahil kita akan melihat kemajuan dalam hal prestasi. Buatlah jadwal latihan serta pertandingan sparing yang teratur dan konsisten yang disesuaikan dengan tingkatan usia pembinaan atlet, serta selenggarakanlah kejuaraan baik tingkat kabupaten maupun antar kabupaten secara berkala,” terang Johni memberikan arahan.
“Saya juga mengajak seluruh jajaran pengurus PERBATI untuk menjadikan organisasi ini sebagai rumah besar bagi pembinaan para atlet yang dikelola secara transparan, profesional, dapat dipertanggungjawabkan, dan sepenuhnya berorientasi pada pencapaian prestasi. Sebuah organisasi olahraga harus mampu menjadi tempat lahirnya bibit-bibit atlet unggul yang tidak hanya hebat dalam teknik bertanding saja, melainkan juga memiliki karakter yang kuat dan terpuji sebagai duta yang mewakili daerahnya,” tambahnya lagi.
“Sekali lagi, kepada seluruh pengurus yang hari ini dikukuhkan dan dilantik, saya ucapkan selamat mengemban amanah yang berat ini. Jadikanlah jabatan yang kalian sandang ini sebagai bentuk pengabdian tulus untuk memajukan dunia olahraga, bukan sekadar mengejar posisi atau kedudukan dalam sebuah organisasi. Bangunlah komunikasi yang baik dan erat antar sesama pengurus, ciptakanlah sistem regenerasi atlet yang berjalan dengan baik, serta hadirkan berbagai inovasi dalam setiap program kerja yang disusun agar benar-benar berkontribusi nyata bagi kemajuan olahraga tinju di Bumi Flobamorata ini,” pungkas Johni Asadoma mengakhiri sambutannya.
Sementara itu, Adam Taka Simanjuntak yang hadir mewakili Ketua Umum PERBATI Pusat yang berhalangan hadir secara langsung menegaskan pesan pentingnya kepada seluruh pengurus PERBATI kabupaten dan kota di NTT. Ia meminta agar pembinaan atlet dijadikan sebagai program prioritas utama yang harus dijalankan oleh organisasi. Menurut pandangannya, keberhasilan sebuah organisasi olahraga tidak hanya dinilai dari seberapa rapi administrasi kepengurusannya, melainkan sangat ditentukan oleh lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di berbagai ajang perlombaan.
Dalam arahannya, ia meminta kepada seluruh jajaran pengurus yang ada di daerah untuk membangun sebuah sistem pembinaan yang berkelanjutan dan teratur. Sistem ini harus dimulai dari proses pencarian bibit-bibit atlet muda yang potensial, peningkatan kualitas metode latihan yang diterapkan, hingga pendampingan penuh kepada para atlet saat bertanding di ajang-ajang penting baik tingkat daerah, nasional, maupun internasional.
Ia juga mengingatkan dengan tegas kepada seluruh jajaran pengurus agar menjauhi segala tindakan yang dapat merusak nama baik organisasi serta dunia olahraga tinju secara keseluruhan. Hal ini mencakup terhindarnya dari konflik internal yang tidak perlu, segala bentuk praktik yang tidak menjunjung tinggi nilai sportivitas, serta tindakan-tindakan yang bertentangan dengan peraturan dan aturan organisasi yang berlaku. Baginya, soliditas antar sesama pengurus, integritas diri, serta sikap profesionalisme adalah kunci utama yang harus dipegang teguh jika ingin membangun prestasi olahraga tinju yang gemilang.
“Fokus utama yang harus kita pegang bersama adalah pembinaan terhadap atlet. Mari kita bekerja sama dengan erat dan bahu-membahu untuk menciptakan iklim organisasi yang sehat, senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, serta menjauhi segala hal yang dapat merugikan atau mencederai dunia tinju yang sama-sama kita cintai ini,” tegasnya.
Melalui kepengurusan yang baru saja dikukuhkan hari ini, diharapkan PERBATI di seluruh wilayah NTT semakin aktif dan bergerak cepat dalam melaksanakan berbagai kegiatan pembinaan atlet, menyelenggarakan kompetisi secara teratur dan berkelanjutan, serta memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan prestasi olahraga tinju di daerah ini.
Berikut adalah daftar nama-nama Ketua PERBATI untuk tingkat Kabupaten dan Kota di wilayah Nusa Tenggara Timur:
• Kabupaten Alor: Risky Marweki;
• Kabupaten Kupang: Albert Neno;
• Kabupaten Malaka: Bernadus Halan;
• Kabupaten Rote Ndao: Bruce King Nitte;
• Kabupaten Sabu Raijua: Mikael Wila Here;
• Kabupaten Timor Tengah Utara: Jecky Mamengko;
• Kabupaten Timor Tengah Selatan: Nixon Osingmahing;
• Kota Kupang: Imelda Heldiana Taosu
#humasNTT
#AyoBangunNTT
Komentar
Posting Komentar