METRO UPDATE

METRO LATEST

𝘿𝙖𝙧𝙞 𝙁𝙖𝙩𝙪𝙗𝙚𝙣𝙖, 𝙎𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙆𝙚𝙥𝙧𝙖𝙢𝙪𝙠𝙖𝙖𝙣 𝙈𝙚𝙢𝙗𝙖𝙬𝙖 𝙃𝙖𝙧𝙖𝙥𝙖𝙣 𝘽𝙖𝙧𝙪 𝙗𝙖𝙜𝙞 𝙂𝙚𝙣𝙚𝙧𝙖𝙨𝙞 𝙋𝙚𝙣𝙚𝙧𝙪𝙨 𝙉𝙏𝙏

📷Okkiboy 28 Juli 2026
 
Dari Fatubena, Semangat Kepramukaan Membawa Harapan Baru bagi Generasi Penerus NTT
 
Sinar matahari pagi menyelimuti Bumi Perkemahan Fatubena di Kota Kupang, saat ratusan anggota Pramuka dari seluruh penjuru Nusa Tenggara Timur berdiri tegak dengan seragam kebanggaan mereka. Di sela-sela barisan tenda dan kibaran bendera Merah Putih, Jambore Daerah Pramuka X Tahun 2026 bukan sekadar tempat berkumpul semata, melainkan menjadi wadah untuk menempa kepribadian, mempererat ikatan persaudaraan, serta menumbuhkan harapan lahirnya pemuda NTT yang tangguh, berdaya cipta, dan siap berbakti bagi tanah kelahiran.
 
Semangat tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka NTT saat meresmikan pembukaan Jambore Daerah Pramuka X Provinsi NTT di lokasi Bumi Perkemahan Fatubena-Kolhua, Kota Kupang, pada Rabu (29/7/2026).
 
Kegiatan yang berlangsung dari 27 Juli hingga 2 Agustus 2026 ini mengangkat tema "Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan". Selama satu minggu ke depan, para peserta akan mengikuti serangkaian kegiatan yang dirancang khusus untuk memperkokoh karakter, jiwa kepemimpinan, kemandirian, serta semangat cinta tanah air sebagai bekal menjadi pemuda yang mampu bersaing dan berkontribusi bagi kemajuan Nusa Tenggara Timur.
 
Dalam pidato pembukaannya, Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kwartir Daerah Gerakan Pramuka NTT, panitia pelaksana, serta semua pihak yang telah mencurahkan tenaga dan pikiran demi keberhasilan penyelenggaraan Jambore Daerah kali ini.
 
Gubernur pun mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan kota, kepala satuan pendidikan, serta para pemangku kepentingan lainnya untuk kembali memperkuat peran Gerakan Pramuka di lingkungan sekolah maupun perguruan tinggi, sebagai pilar utama pembentukan karakter generasi muda.
 
"Pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada pencapaian nilai akademik, melainkan harus dibarengi dengan pembinaan watak melalui kegiatan kepramukaan, agar terlahir generasi yang disiplin, bertanggung jawab, memiliki jiwa pemimpin, semangat gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama," ujar Gubernur Melki.
 
Gubernur juga mendorong setiap tingkatan kwartir untuk terus berinovasi dan berkreasi melalui pengembangan berbagai program unggulan serta kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Semangat "Satu Pramuka untuk Satu Indonesia" diharapkan menjadi perekat persatuan sekaligus menumbuhkan rasa cinta yang mendalam terhadap daerah asal masing-masing.
 
Lebih jauh, Gubernur memberikan dorongan kepada seluruh peserta untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin guna mengikuti berbagai ajang kepramukaan di tingkat nasional maupun internasional.
 
Ia berharap anggota Pramuka NTT dapat menampilkan sikap yang santun, ketangguhan, kecerdasan, dan prestasi gemilang, sehingga mampu mengharumkan nama Nusa Tenggara Timur di kancah nasional bahkan dunia, sekaligus menjadi utusan yang memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi daerah kepada masyarakat luas.
 
Secara khusus, Gubernur Melki berpesan kepada seluruh peserta untuk senantiasa menjadi teladan dengan menjauhi penyalahgunaan narkotika, minuman beralkohol, tindakan kekerasan, pergaulan bebas, serta perilaku buruk lain yang dapat merusak masa depan. Ia mengajak seluruh anggota Pramuka menjadikan Trisatya dan Dasa Darma sebagai pedoman hidup sehari-hari.
 
"Jika nilai-nilai Dasa Darma benar-benar kita amalkan, maka kehidupan masyarakat akan semakin damai, bangsa semakin kokoh, dan Nusa Tenggara Timur akan semakin maju pesat," tegasnya.
 
"Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, penuh keakraban, dan melahirkan generasi Pramuka NTT yang tangguh, berwatak luhur, berprestasi, serta siap berbakti bagi daerah, bangsa, dan negara. Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan. Mari bangkit Pramuka, mari bangkit NTT, mari bangkit Indonesia," tutup Gubernur yang disambut sorak gembira seluruh peserta.
 
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Kupang Christian Widodo selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Kota Kupang menyatakan Jambore Daerah X menjadi momen bersejarah bagi pengembangan kawasan Bumi Perkemahan Fatubena sebagai pusat kegiatan kepramukaan sekaligus tempat belajar dan destinasi wisata alam. Pemerintah Kota Kupang telah menyusun rencana pengembangan kawasan ini, mulai dari penataan lahan, pembangunan sarana dasar, hingga penyediaan fasilitas penunjang agar ke depannya dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas luar ruang.
 
Menurut Christian, pembangunan akses jalan menuju lokasi perkemahan tidak hanya bertujuan memperlancar pelaksanaan jambore, tetapi juga diharapkan membawa dampak positif bagi perekonomian warga sekitar. Keikutsertaan pelaku UMKM selama kegiatan berlangsung merupakan langkah nyata untuk menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memperkenalkan produk unggulan daerah kepada para peserta dan tamu undangan.
 
Wali Kota Kupang menegaskan lebih lanjut bahwa kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari bangunan fisik semata, melainkan juga dari kualitas sumber daya manusianya. Dalam hal ini, Gerakan Pramuka memegang peranan sangat penting sebagai wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, jiwa kepemimpinan, semangat kerja sama, dan kepedulian sosial bagi pemuda.
 
"Kita tidak membangun kota hanya dengan jalan raya, gedung bertingkat, dan sarana fisik lainnya. Yang paling utama adalah membangun kualitas manusianya. Pramuka memiliki andil besar dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat, berintegritas tinggi, dan peduli terhadap sesama," ujar Christian.
 
Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka NTT, Sinun Petrus Manuk, menjelaskan bahwa setelah berakhirnya Jambore Daerah ini, sebanyak 108 anggota Pramuka NTT akan diberangkatkan untuk mengikuti Jambore Nasional XII di Cibubur, Jakarta. Ia berharap seluruh peserta dapat menjaga nama baik daerah, menampilkan sikap disiplin dan santun, meraih prestasi terbaik, serta membawa pulang pengalaman berharga untuk diterapkan di daerah masing-masing.
 
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 685 orang, yang terdiri dari 571 peserta Pramuka Penggalang serta 114 orang pembina pendamping dan pimpinan kontingen yang berasal dari 17 Kwartir Cabang di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur.
 
Ambrosius menambahkan, selama pelaksanaan jambore para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan umum dan keterampilan, antara lain upacara pembukaan dan penutupan, pertunjukan api unggun, kegiatan ibadah, perlombaan olahraga, kunjungan silaturahmi, forum penggalang, pentas seni budaya, serta materi kepramukaan seperti pendakian gunung, navigasi darat, teknik bertahan hidup, penjelajahan medan, dan literasi digital. Seluruh kegiatan disusun secara terencana untuk membentuk anggota Pramuka yang tangguh, disiplin, kreatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
 
#humasNTT
#AyoBangunNTT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

 𝐖𝐚𝐥𝐢 𝐊𝐨𝐭𝐚 𝐊𝐮𝐩𝐚𝐧𝐠 𝐇𝐚𝐝𝐢𝐫 𝐌𝐞𝐬𝐤𝐢 𝐁𝐞𝐥𝐮𝐦 𝐏𝐮𝐥𝐢𝐡, 𝐃𝐮𝐤𝐮𝐧𝐠 𝐏𝐞𝐧𝐮𝐡 𝐀𝐝𝐢𝐫𝐚 𝐅𝐢𝐧𝐚𝐧𝐜𝐞 𝐊𝐮𝐩𝐚𝐧𝐠 𝐖𝐮𝐣𝐮𝐝𝐤𝐚𝐧 𝐌𝐢𝐦𝐩𝐢 𝐌𝐚𝐬𝐲𝐚𝐫𝐚𝐤𝐚𝐭

GUBERNUR MELKI LAKA LENA TEGASKAN SENIN 20 JULI TETAP BERAKTIVITAS NORMAL — SURAT EDARAN LIBUR NONTON FINAL PIALA DUNIA DIPASTIKAN HOAKS

𝘈𝘥𝘳𝘪𝘢𝘯𝘢 𝘉𝘶𝘯𝘯𝘢 𝘒𝘢𝘭𝘢, 𝘚𝘦𝘯𝘪𝘮𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘒𝘦𝘵𝘶𝘢 𝘋𝘗𝘋 𝘗𝘈𝘗𝘗𝘙𝘐 𝘕𝘛𝘛, 𝘋𝘪𝘱𝘦𝘳𝘤𝘢𝘺𝘢 𝘓𝘢𝘺𝘢𝘯𝘪 𝘞𝘢𝘳𝘨𝘢 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘚𝘦𝘬𝘳𝘦𝘵𝘢𝘳𝘪𝘴 𝘓𝘶𝘳𝘢𝘩 𝘈𝘪𝘳𝘯𝘰𝘯𝘢