𝙍𝙤𝙩𝙚 𝙉𝙙𝙖𝙤 𝙍𝙚𝙨𝙢𝙞 𝙅𝙖𝙙𝙞 𝙎𝙚𝙣𝙩𝙧𝙖 𝙄𝙣𝙙𝙪𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙂𝙖𝙧𝙖𝙢 𝙉𝙖𝙨𝙞𝙤𝙣𝙖𝙡, 𝙂𝙪𝙗𝙚𝙧𝙣𝙪𝙧 𝙈𝙚𝙡𝙠𝙞 𝙔𝙖𝙠𝙞𝙣 𝘿𝙤𝙣𝙜𝙠𝙧𝙖𝙠 𝙀𝙠𝙤𝙣𝙤𝙢𝙞 𝙙𝙖𝙣 𝙇𝙖𝙥𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙆𝙚𝙧𝙟𝙖 𝙉𝙏𝙏
📷 Okkiboy 30 Juli 2026
Rote Ndao Resmi Jadi Sentra Industri Garam Nasional, Gubernur Melki Yakin Dongkrak Ekonomi dan Lapangan Kerja NTT
Rote Ndao-Metro Flobamora
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur terus memperkuat posisinya sebagai penyangga utama ketahanan pangan nasional. Langkah strategis ini ditegaskan melalui peninjauan langsung pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Desa Matasio, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Kamis (30/7/2026).
Dalam kunjungan kerja tersebut, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto meninjau progres kawasan yang diproyeksikan menjadi salah satu pusat industri garam terbesar di Indonesia.
Gubernur Melki Laka Lena menegaskan, kehadiran K-SIGN adalah anugerah besar bagi NTT. Penetapan Rote Ndao sebagai pusat industri garam nasional bukan sekadar memperkuat swasembada garam, melainkan membuka pintu pertumbuhan ekonomi baru bagi seluruh masyarakat.
"Kawasan Sentra Industri Garam Nasional ini adalah berkah luar biasa bagi NTT. Dampaknya akan terasa luas: membuka lapangan kerja, mendorong hilirisasi, menggerakkan ekonomi daerah, meningkatkan kesejahteraan, hingga mengukuhkan NTT sebagai lumbung garam andalan negara," tegas Gubernur Melki.
Ia menambahkan, proyek ini membangun rantai nilai ekonomi yang utuh. Tidak hanya petani garam yang diuntungkan, UMKM, jasa transportasi, perdagangan, dan sektor pendukung lainnya pun akan ikut tumbuh pesat.
K-SIGN dikembangkan dengan konsep industri modern dan sistem produksi terintegrasi, mulai dari penampungan air laut, pengendapan, kristalisasi, hingga penyimpanan akhir. Kawasan ini ditargetkan menghasilkan garam berkualitas tinggi dengan produktivitas hingga 200 ton per hektare, sekaligus menjadi kunci pencapaian swasembada garam nasional.
Selain pembangunan fisik, proyek ini memprioritaskan pemberdayaan warga lokal. Sebagian besar tenaga kerja diambil dari masyarakat sekitar, yang kini tengah disiapkan melalui pelatihan peningkatan kapasitas.
Harapan besar ini juga dirasakan langsung warga setempat. Darma Pena, warga Desa Matasio, menyambut antusias peluang kerja yang terbuka lebar. "Kami sangat senang. Saat ini kami sedang mengikuti pelatihan, dan siap bekerja di sini nanti," ujarnya.
Sementara itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pembangunan ini adalah perintah langsung Presiden Prabowo Subianto untuk mengakhiri ketergantungan impor garam.
"Ini akan mengubah nasib ekonomi masyarakat Rote dan NTT. Pesan Presiden tegas: jika kita produksi sendiri, keuntungannya dinikmati bangsa sendiri. Jika kita impor, kekayaannya mengalir ke negara lain," ujar Zulkifli.
Setiap hektare lahan yang dikembangkan tidak hanya memproduksi garam berkualitas, tetapi juga melahirkan peluang usaha baru, menyerap tenaga kerja, dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Pembangunan K-SIGN adalah wujud nyata Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional. Bagi NTT, ini menempatkan Rote Ndao bukan lagi sekadar wilayah terluar, melainkan beranda depan kemajuan ekonomi nasional di sektor garam.
Turut hadir Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, Kepala Dinas PUPR NTT Benyamin Nahak, Asisten I Sekda NTT Alex Lumba, jajaran Forkopimda, serta pimpinan perangkat daerah Kabupaten Rote Ndao.
#humasNTT
#AyoBangunNTT
Komentar
Posting Komentar