METRO UPDATE

METRO LATEST

๐†๐ฎ๐›๐ž๐ซ๐ง๐ฎ๐ซ ๐Œ๐ž๐ฅ๐ค๐ข: ๐Š๐š๐ฐ๐š๐ฌ๐š๐ง ๐๐ž๐ซ๐๐š๐ ๐š๐ง๐ ๐š๐ง ๐๐ž๐›๐š๐ฌ, ๐๐ž๐ฅ๐ฎ๐š๐ง๐  ๐„๐ฆ๐š๐ฌ ๐“๐ซ๐š๐ง๐ฌ๐Ÿ๐จ๐ซ๐ฆ๐š๐ฌ๐ข ๐„๐ค๐จ๐ง๐จ๐ฆ๐ข ๐๐“๐“

๐Ÿ“ทOkkiboy 29 Juli 2026
 

Gubernur Melki: Kawasan Perdagangan Bebas, Peluang Emas Transformasi Ekonomi NTT
 
 kupang- Metro Flobamora
Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa rencana pembentukan Kawasan Perdagangan Bebas atau Free Trade Zone (FTZ) di perbatasan NTT–Republik Demokratik Timor-Leste (RDTL) harus dijadikan titik balik untuk mengubah wilayah perbatasan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berujung pada peningkatan taraf hidup masyarakat.
 
Pernyataan ini disampaikan Gubernur Melki saat hadir sebagai narasumber dalam acara Undana Talk, diskusi publik yang diselenggarakan Universitas Nusa Cendana bersama Pos Kupang di Studio Podcast Pos Kupang, pada Rabu (29/7/2026). Diskusi tersebut mengangkat tema "Lintas Batas ke Sabuk Ekonomi: Mampukah FTZ Mengangkat Kesejahteraan Rakyat NTT?"
 
Bagi Gubernur Melki, letak geografis NTT yang berbatasan langsung dengan Timor-Leste adalah keuntungan strategis yang wajib dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memacu kemajuan ekonomi daerah.
 
"Potensi ekonomi lintas batas antara NTT dan Timor-Leste ini harus kita kelola dan laksanakan dengan matang, agar benar-benar membawa dampak positif bagi kedua belah pihak," ujarnya.
 
Ia menargetkan seluruh persiapan teknis pembentukan FTZ rampung tahun ini atau paling lambat tahun depan, sambil menunggu ketetapan peraturan dari pemerintah pusat.
 
Menurutnya, pembentukan FTZ membutuhkan langkah hukum dan administrasi yang berjalan bertahap. Oleh karena itu, Pemprov NTT saat ini memusatkan upaya pada penyusunan studi kelayakan awal, pengumpulan data dasar, penetapan batas wilayah, penyusunan model ekonomi, pemetaan kebutuhan infrastruktur, serta penyatuan pandangan dengan pemerintah kabupaten di perbatasan, perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemerintah pusat.
 
"Kami tidak ingin terburu-buru tanpa fondasi yang kokoh, namun kami juga tidak boleh berhenti sekadar pada pembicaraan semata," tegasnya.
 
Gubernur Melki menyampaikan bahwa komunikasi dengan Pemerintah Timor-Leste berjalan sangat harmonis. Pemerintah negara tetangga tersebut pun memberikan tanggapan yang sangat mendukung gagasan kawasan perdagangan bebas ini, karena dinilai menguntungkan kedua negara.
 
Selain itu, berbagai persiapan nyata terus disusun bersama pemerintah kabupaten di wilayah perbatasan, termasuk pembahasan mengenai lokasi pasti kawasan FTZ yang akan dikembangkan.
 
Selain infrastruktur dan peraturan, Gubernur Melki menekankan pentingnya mempersiapkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan. Edukasi terus diberikan agar masyarakat siap menghadapi perubahan skala ekonomi dan mampu mengikuti standar perdagangan internasional.
 
"Saat ini kami terus mendorong pemberian pemahaman kepada masyarakat, karena merekalah yang akan menjadi pelaku sekaligus penikmat manfaat FTZ. Mereka harus siap menghadapi segala kemungkinan. Skala ekonomi kita akan ditingkatkan, cara pengelolaannya diperbaiki, dan standar kita disesuaikan dengan standar internasional," jelasnya.
 
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa FTZ bukan sekadar memudahkan lalu lintas barang antarnegara. Lebih dari itu, FTZ bertujuan mengubah wilayah perbatasan yang selama ini dianggap sebagai daerah terpencil menjadi pintu gerbang Indonesia serta pusat pertumbuhan ekonomi baru.
 
NTT, lanjutnya, harus berhenti bergantung pada penjualan bahan mentah. Komoditas unggulan seperti sapi, jambu mete, kopi, rumput laut, kain tenun, dan hasil pertanian lainnya wajib diolah di dalam daerah agar bernilai lebih tinggi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan rakyat.
 
Gubernur Melki menjamin pembangunan FTZ tetap memihak kepentingan masyarakat luas. Ia juga menambahkan bahwa NTT memiliki segala syarat untuk mewujudkan kawasan ini: selain berbatasan langsung dengan Timor-Leste, tersedia Pos Lintas Batas Negara (PLBN), beragam komoditas andalan, serta posisi strategis sebagai gerbang perdagangan Indonesia menuju kawasan Pasifik.
 
Namun, keunggulan letak ini baru akan bermanfaat jika diubah menjadi pusat produksi, industri pengolahan, dan kemajuan ekonomi yang terasa nyata oleh masyarakat.
 
Di akhir penyampaiannya, Gubernur Melki mengajak seluruh warga NTT, khususnya pelaku usaha, koperasi, dan UMKM, untuk mulai bersiap menyambut kehadiran FTZ.
 
Kawasan ini adalah peluang besar yang harus dimanfaatkan masyarakat NTT agar menjadi pelaku utama dalam geliat ekonomi yang akan tumbuh di sana.
 
"Bagi masyarakat NTT, FTZ ini adalah anugerah yang tak terduga di tengah tantangan yang kita hadapi saat ini. Saya harap semua pihak, termasuk pengusaha dan pelaku UMKM, memanfaatkan momen ini untuk bersiap, sehingga saat FTZ beroperasi, kita sudah ikut berperan. Pastikan bahwa tuan rumah di kawasan ini adalah pengusaha dan pelaku UMKM NTT sendiri," tutupnya.
 
#humasNTT
#AyoBangunNTT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

 ๐–๐š๐ฅ๐ข ๐Š๐จ๐ญ๐š ๐Š๐ฎ๐ฉ๐š๐ง๐  ๐‡๐š๐๐ข๐ซ ๐Œ๐ž๐ฌ๐ค๐ข ๐๐ž๐ฅ๐ฎ๐ฆ ๐๐ฎ๐ฅ๐ข๐ก, ๐ƒ๐ฎ๐ค๐ฎ๐ง๐  ๐๐ž๐ง๐ฎ๐ก ๐€๐๐ข๐ซ๐š ๐…๐ข๐ง๐š๐ง๐œ๐ž ๐Š๐ฎ๐ฉ๐š๐ง๐  ๐–๐ฎ๐ฃ๐ฎ๐๐ค๐š๐ง ๐Œ๐ข๐ฆ๐ฉ๐ข ๐Œ๐š๐ฌ๐ฒ๐š๐ซ๐š๐ค๐š๐ญ

GUBERNUR MELKI LAKA LENA TEGASKAN SENIN 20 JULI TETAP BERAKTIVITAS NORMAL — SURAT EDARAN LIBUR NONTON FINAL PIALA DUNIA DIPASTIKAN HOAKS

๐˜ˆ๐˜ฅ๐˜ณ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜‰๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜’๐˜ข๐˜ญ๐˜ข, ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜’๐˜ฆ๐˜ต๐˜ถ๐˜ข ๐˜‹๐˜—๐˜‹ ๐˜—๐˜ˆ๐˜—๐˜—๐˜™๐˜ ๐˜•๐˜›๐˜›, ๐˜‹๐˜ช๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ค๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜“๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ž๐˜ข๐˜ณ๐˜จ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ด ๐˜“๐˜ถ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ˆ๐˜ช๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ข